Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
MENIKMATI terangnya rumah-rumah di desa di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur menjadi impian sejak lama. Salah satu desa yang sudah bertahun-tahun tanpa listrik adalah Desa Aransina, Kecamatan Ile Mandiri hingga kini maish gelap gulita. Aktivitas warga desa pun terbatas karena hanya mampu menggunakan pelita di malam hari. Apalagi anak-anak di desa selalu kesulitan belajar di malam hari.
"Sudah bertahun-tahun pak, kami hidup dalam gelap ini dan kami sudah terbiasa. Jam 7 malam kami sudah tidur tidak bisa beraktivitas lagi karena hanya berharap dari lampu pelita. Setiap hari kami makan dalam keadaan gelap gulita. Anak-anak di desa kami juga selalu kesulitan belajar di malam hari. Biasanya kami menggunakan pelita saat belajar malam, atau saat kegiatan sekolah di malam hari, sehingga kami sangat berharap bisa segera terang di kampung ini pak. Agar aktivitas kami pada malam pun tidak terbatas hanya karena tidak ada listrik," ungkap Kosmas, warga Desa Aransina, Jumat (27/7).
Kepala Desa Aransina, Lambertus Udin Koten juga menyampaikan kondisi desanya yang hingga kini belum dialiri listrik. Sekalipun jaringan sudah dipasang namun belum dipasang instalasi hingga saat ini. Sehingga ia terus berusaha untuk segera mendatangkan instalator agar segera melakukan instalasi di desanya.
Sementara itu dari data Perusahan Listrik Negara (PLN) Rayon Larantuka menyebutkan, dari total 90 desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah Flores Timur daratan, hingga kini masih 4 desa yang berada di wilayah Kecamatan Tanjung Bunga, yang belum teraliri listrik. Sehingga ditargetkan tahun ini, seluruh desa dan kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Flores TImur daratan 100 persen akan teraliri listrik.
Pelaksana Tugas Manager PLN Rayon Larantuka, Anak Agung Ngurah Maha Adisurya, saat dikonfirmasi terpisah, mengaku optimistis dengan target ini, karena tinggal 4 desa yang menjadi fokus perhatian PLN saat ini, untuk segera mendapatkan penerangan listrik.
"Kami menargetkan tahun ini juga sejumlah desa yang belum dialiri listrik akan segera menyala. Ada 4 desa yang belum menyala saat ini, yaitu 3 desa yang sudah dipasang jaringan, tetapi belum pemasangan instalasinya yaitu, Desa Aransina, Desa Latonliwo 1, dan Desa Latonliwo 2. Sementara satu desa lagi, yaitu Desa Patisirawalang, hingga kin belum dipasangan jaringan karena kendala infrasturktur," beber Anak Agung.
baca juga: Kondisi Gunung Tangkuban Perahu masih Normal
"Kami juga berharap kerja sama dengan pemerintah untuk membantu kesulitan infrastruktur di Desa Patisirawlang, sehingga mempermudah kami melakukan pemasangan jaringan listrik di sana. Juga bagi kepala desa, saat ini kami masih menuggu pihak instalator yang ditunjuk oleh desa setempat, agar segera memasang instalasi sehingga bisa segera dialiri listrik," harapnya. (OL-3)
ULP Siantar Kota melayani sistem kelistrikan dan pelayanan pelanggan seputaran Kota Pematangsiantar dan sebagian wilayah Kabupaten Simalungun.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved