Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kabut Asap Bikin Jumlah Penderita ISPA Meningkat di Palangkaraya

Surya Sriyanti
26/7/2019 20:01
Kabut Asap Bikin Jumlah Penderita ISPA Meningkat di Palangkaraya
Petugas PMI Kalteng membagikan 6 ribu masker kepada warga Kota Palangkaraya.(MI/SURYA SRIYANTI)

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sekitar Kota Palangkaraya, Kalteng, hari ini, Jumat (26/7) semakin tebal. Kabut asap yang parah itu terjadi mulai pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB dan berakhir hingga sekitar pukul 12.00 WIB.

Kondisi ini membuat warga harus terus menggunakan masker penutup hidung saat melakukan aktifitas di luar ruang.

Sementara itu untuk mengantisipasi terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) sejumlah lembaga seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Kalteng, Kamis (25/7) sudah mulai membagikan sebanyak 4.000 masker bagi warga Kota Palangkaraya.

Hernila, 33, warga Jalan Sapan Palangkaraya yang ditemui saat mengantar anaknya mengaku saat ini terpaksa hari mewajibkan anaknya menggunakan masker penutup hidung. Terutama saat berangkat sekolah atau beraktifitas di luar rumah.

"Saya melihat hari ini, Jumat (26/7), kabut asap nampaknya semakin tebal terutama pagi hari. Jadi saya mewajibkan anak-anak untuk menggunakan masker," ujarnya.

Sementara itu, menurut Theodorus Sapta Atmaja, Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan Kemitraan RSUD Dorrys Sylvanus Palangkaraya saat dihubungi, Jumat (26/7), saat ini terjadi peningkatan jumlah pasien rawat jalan untuk penyakit ISPA.

Dari data yang dimilikinya, hingga 25 Juli 2019, jumlah pasien rawat jalan untuk kasus ISPA mencapai 32 orang. Angka ini menurut Theodorus meningkat jika dibandingkan dengan Juni, hanya 22 orang. "Kita khawatir peningkatan angka ini merupakan dampak dari kabut asap," ujarnya.

Dia manambahkan, ini RSUD Dorrys Sylvanus sudah menyiapkan tempat dan juga obat-obatan  bagi masyarakat terdampak kabut asap. (SS/OL-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya