Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Udara Pekanbaru Pagi Ini Tercemar Kabut Asap

Rudi Kurniawansyah
25/7/2019 07:54
Udara Pekanbaru Pagi Ini Tercemar Kabut Asap
Ilustrasi(MI/Rudi Kurniawansyah )

UDARA Kota Pekanbaru Kamis (25/7) pagi tercemar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap disertai bau yang menyengat dan menyesakkan dada menyelimuti seluruh wilayah di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Berdasarkan pantauan Media Indonesia, kabut asap dengan bau busuk bekas
karhutla sudah terasa sejak dini hari. Bau asap kian menusuk saat menjelang subuh hingga pagi harinya. Sebagian warga yang menyadari munculnya kabut asap karhutla terpaksa harus beraktivitas menggunakan masker.

"Bau asapnya sangat terasa menyesakkan dada. Saya sampai batuk-batuk sepanjang jalan," ungkap Rido, warga di Jalan Teuku Umar Pekanbaru, Kamis (25/7).

Hal serupa juga diutarakan Evi, warga Jalan Nenas Pekanbaru. Kabut asap berwarna putih menyelimuti kota dengan bau menusuk sisa kebakaran hutan.

"Kabut asap muncul lagi di Pekanbaru. Ini mimpi buruk dan sangat menggangu," tukasnya.

Karhutla yang melanda Kota Pekanbaru, Riau, dalam sepekan terakhir terus meluas. Sejauh ini, kebakaran terbesar terjadi Jalan Walet Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki dengan luas areal terbakar mencapai sekitar 15 hektare hHa).

"Vegetasi yang terbakar adalah semak belukar dan akasia. Kondisi tekstur tanah gambut sehingga proses pemadaman cukup sulit yaitu kebakaran di bawah dan permukaan," jelas Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru Edwin Putra.

Dijelaskannya, lokasi kebakaran merupakan lahan masyarakat yang diduga disebabkan unsur kesengajaan. Regu pemadam Manggala Agni telah bekerja keras memadamkan sejak api diketahui mulai membesar pada Kamis (18/7) lalu. Tim melakukan pemadaman bersama masyarakat peduli api (MPA), TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru dan telah berhasil menjinakkan api pada Senin (23/7) lalu.

baca juga: KPH Atasi Masalah di Tingkat Tapak

"Pemadaman dilakukan dengan dua jalur pemadaman. Bahan bakar potensial sedangkan api menjalar di bawah gambut. Selain itu, angin cukup kencang sehingga api merambat cepat ke bahan bakar yang ada di sekitar lokasi," terang Edwin yang juga menjabat Koordinator Manggala Agni Provinsi Riau.

Saat ini, lanjutnya, regu pemadam dikerahkan untuk memadamkan Karhutla di Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Lokasi kebakaran merupakan tanah gambut dengan luas sekitar 5 ha.(OL-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya