Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA pelestarian alam dan lingkungan yang dilakukan perusahaan APP Sinar Mas mengombinakan aspek pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) sejak 2016. Program ini memberikan edukasi pada masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
"Masyarakat didukung untuk mengelola lahan dengan metode agroforestri, yakni bercocok tanam tumpangsari hortikultura berupa sayur dan buah, tanaman pangan, peternakan, dan perikanan; juga industri kecil-menengah untuk olahan pangan, baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual sebagai alternatif sumber penghasilan keluarga," kata Head of Corporate Social and Security APP Sinar Mas, Agung Wiyono, di Jakarta, Rabu (24/7).
Turut mendampingi Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata, dan Manajer Teknologi, Data Fire Management APP Sinar Mas, Gustaf Rantung.
Menurut Agung, program ini juga memberikan pelatihan kewirausahaan dan pelestarian tanaman herbal kepada penduduk perempuan yang tinggal di sekitar area konsesi perusahaan, sehingga mereka dapat mengidentifikasi, melestarikan, dan memanfaatkan berbagai tanaman herbal secara berkelanjutan.
Hingga 2018, telah terdapat 527 peserta perempuan dari 51 desa yang telah berpartisipasi dalam pelatihan ini. Adapun program DMPA terbagi dalam enam pilar utama yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemetaan sumber daya secara partisipatif, transfer teknologi, perlindungan dan pengawasan kawasan hutan, pencegahan dan penyelesaian konflik, dan kemitraan pemasaran produk.
Agung menjelaskan, program DMPA juga bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar area konsesi, sehingga mereka bisa mencapai kesejahteraan secara sosial dan ekonomi melalui praktik yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
"APP Sinar Mas memfasilitasi program tersebut secara keseluruhan, mulai dari penyediaan alat, benih, pendampingan, hingga membantu memasarkan produk. Hingga Juni 2019, APP Sinar Mas melalui program DMPA telah menyalurkan dana Rp 45 miliar ke lebih dari 17.000 kepala keluarga di hampir 300 desa yang tersebar di Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, dan Sumatra Selatan," papar Agung.
Dalam kesempatan sama, Suhendra menjelaskan bahwa Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas tahun ini memperkuat berbagai fasilitas dari sistem penanggulangan kebakaran hutan terintegrasi (IFM)-nya. Langkah ini diambil demi mengantisipasi puncak musim kemarau 2019 yang diprediksi jatuh pada bulan Agustus-September, dan akan lebih kering dari tahun sebelumnya, oleh Badan Meteorologi,
Baca juga: Korindo tidak Terlibat Pembakaran Hutan
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sampai dengan 2018, APP Sinar Mas telah mengalokasikan lebih dari Rp1,3 triliun (US$100 juta) dalam berbagai upaya untuk mencapai target zero fire pada 2020. Hal ini sejalan dengan komitmen perlindungan hutan APP Sinar Mas yang tertuang dalam Kebijakan Konservasi Hutan (FCP).
Suhendra mengutarakan, APP Sinar Mas bersama seluruh mitra pemasok kami siap mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada di darat, air, dan udara untuk mendukung upaya pemerintah mencapai Indonesia bebas asap, terutama melalui pencegahan dan penanggulangan karhutla di area APP beroperasi.
"Kami yakin dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang kuat antara sektor swasta, pemerintah, baik pusat maupun daerah, TNI-Polri, maupun masyarakat, kita mampu menjaga hutan Indonesia dari bencana karhutla, khususnya di sepanjang musim kemarau 2019 yang diprediksi lebih kering jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ujar Suhendra.
Hemat dia, hingga akhir 2018 lalu, perusahaan berhasil menurunkan angka kebakaran hutan hingga mendekati target zero fire pada periode berjalan. Saat ini, hanya 0,07 % dari seluruh area konsesi pemasok APP Sinar Mas yang terdampak api akibat kebakaran.
Sementara Gustaf mengatakan strategi utama APP Sinar Mas tersebut terdiri atas empat pilar utama yang mencakup pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respons cepat.
"Untuk mengantisipasi dan menanggulangi karhutla, hingga 2019 perusahaan telah memiliki lebih dari 3,000 personel regu pemadam kebakaran yang sudah tersertifikasi Manggala Agni. Selain itu, fasilitas lain yang kami miliki adalah 506 pos pantau, 102 menara api, dan lebih dari 1,000 pompa air. APP Sinar Mas juga memiliki 138 truk pemadam kebakaran, 608 kendaraan patroli, dan 10 helikopter water-bombing," papar Gustaf. (RO/OL-1)
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved