Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan di Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur belum bisa dipadamkan karena titik api semakin meluas. Tim gabungan pemadam api masih melakukan berbagai upaya pemadaman di sejumlah titik api.
"Memang sudah tidak terlihat kepulan asap dari kejauhan, tapi kami tetap melakukan pengecekan lokasi dan upaya pemadaman lagi," tegas Supervisor Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kota Batu, Ismu Buana kepada Media Indonesia, Rabu (24/7).
Kebakaran hutan Gunung Panderman sejak Minggu (21/7) ada kecenderungan meluas dari semula di petak 219, kini merembet di petak 213. Adapun areal hutan yang ludes terbakar sudah mencapai lebih dari 70 hektare. Karena itu BPBD bakal melakukan upaya pemadaman selama tujuh hari ke depan.
Kobaran api belum ada tanda-tanda padam. Bahkan pada Selasa malam terpantau ada titik api baru di puncak Gunung Panderman. Petugas reaksi cepat BPBD langsung mengecek lokasi kebakaran di titik pengibaran bendera puncak Panderman tersebut. Setelah melakukan pendataan di pos pantau Jalibar dan memastikan tidak ada pendaki di gunung tersebut. Tiga tim pemadam api berangkat ke lokasi baru kebakaran pada Rabu pagi.
baca juga: 42 Desa di Boyolali Kesulitan Air Bersih Penulis: Widjajadi
Sejauh ini, lanjutnya, upaya pemadaman dengan membuat sekat bakar seluas 200 meter dan lebar 3 meter di sejumlah lokasi. Satu tim dikerahkan untuk memadamkan api yang cukup besar di selatan Paralayang. Di tempat itu, petugas membuat sekar bakar sepanjang 300 meter dan lebar 2,5 meter. Tim lainnya juga membuat sekat serupa di lokasi berbeda. Menurut informasi dari tim reaksi cepat BPBD Kota Batu, kebakaran di hutan selatan Coban Putri petak 219 terjadi karena kesengajaan.
"Pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Sedangkan titik api sudah dipadamkan oleh LMDH Tlekung dan warga setempat," ujarnya.(OL-3)
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved