Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Bandara Ngurah Rai belum Setujui Permintaan Semua Penerbangan

Arnoldus Dhae
18/7/2019 16:54
Bandara Ngurah Rai belum Setujui Permintaan Semua Penerbangan
Pesawat komersial bersiap mendarat saat melintas di atas kawasan proyek perluasan Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali, Minggu (7/7).(Antara)

KETERBATASAN kapasitas membuat Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, terpaksa belum bisa menerima permintaan maskapai untuk penerbangan langsung dari berbagai negara.

"Waiting list tetap saja ada. Namun kita belum bisa menyetujui dan menerimanya karena berbagai macam alasan. Salah satunya adalah kapasitas bandara yang belum memadai," ujar General Manajer PT Angkasa Pura Ngurah Rai Herry AY Sikado di Denpasar, Kamis (18/7).

Menurutnya, sekarang ini lagi banyak pekerjaan pengembangan fasilitas. Bandara Ngurah hanya seluas 285 hektare. Sementara fasilitas untuk 25 juta penumpang pertahun.

Baca juga: Kasus Rius Vernandes Berbuntut Merosotnya Saham Garuda

Saat ini hanya ada 30 penerbangan asing. Bila ditambah 2 slot saja, maka semua akan berdampak pada berbagai pelayanan lainnya mulai dari bagasi, bea cukai, imigrasi dan seterusnnya.

"Kita akan fokus pada pesawat besar. Bila dua pesawat besar turun, ada 600 lebih penumpang. Ini kita harus pikirkan pelayanan lainnya. Karena tidak mungkin 600 penumpang itu bisa terlayani dengan baik dan cepat," ujarnya.

Saat ini rata-rata perjam 30 pergerakan pesawat. Perhari ada 413 pergerakan pesawat.

Adapun pada pukul 02.00 hingga 06.00, bandara sudah ditutup untuk kepentingan perawatan runway. "Selama kekosongan itu, waktu bagi petugas terasa sangat sedikit, sementara bagi maskapai terasa sangat lama. Ini kondisi yang harus kita alami selama ini," ujar Humas PT Angkasa Pura Arie Ashanurrohim. (X-15)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya