Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali terus melakukan pendataan terhadap kerusakan dan korban akibat gempa bumi yang terjadi pada Selasa (16/7). Kepala BPBD Bali Made Rentin menjelaskan, pendataan yang dilakukan kemarin sebenarnya belum tuntas karena data di lapangan masih sangat banyak.
"Kami terus melakukan update data kerusakan dan jumlah korban luka yang ada. Dan benar bahwa total kerugian dan kerusakan terus bertambah. Hingga siang ini, data masuk sudah final dari seluruh pelosok Bali. Bahkan, petugas juga sudah melakukan estimasi kerugian yang dialami akibat kerusakan yang terjadi," ujarnya di Denpasar, Rabu (17/7).
Menurut Rentin, data terakhir yang dihimpun adalah sebanyak 38 bangunan mengalami kerusakan berat hingga ringan. Jumlah ini terdiri dari 5 unit sarana peribadatan, 11 unit sarana pendidikan, 2 unit sarana kesehatan, 7 unit gedung dan kantor milik pemerintah, 5 unit fasilitas umum lainnya, 1 unit hotel dan 1 unit kios atau tokoh.
Selain itu ada juga 6 unit rumah penduduk dengan rincian, 2 rusak berat, 2 rusak sedang, dan 2 rusak ringan. Dari jumlah tersebut, sebanyat 20 unit kerusakan berada di wilayah Kabupaten Badung bagian selatan yang merupakan lokasi dekat pusat gempa.
Di wilayah Kabupaten Badung, ada 10 bangunan sekolah rusak berat dan butuh perbaikan segera. Sisanya tersebar di beberapa kabupaten lainnya secara merata. Kondisi yang sama terjadi di Bandara Ngurah Rai Bali. Beberapa kerusakan ringan di Bandara Ngurah Rai diketahui terjadi di kaca vold lobby internasional retak dan akhirnya dibuat rekayasa flow baru, plafon di atas conveyer 1, 3, gate 4, di atas koridor A sudah retak dan hampir lepas, kaca vold tengah dekat PJP2U terminal domestik retak besar, asesoris di tiang gate A1 runtuh, lampu avio di gate 3 lepas, defuser AC di gate A1 lepas.
"Kami sudah berkoordinasi dengaan pihak bandara. Kerusakan itu tidak menggangu mobilitas penumpang di Ngurah Rai," ujarnya.
Sementara untuk korban luka-luka berjumlah 8 orang dan korban jiwa nihil. Korban luka-luka terdiri dari 7 orang luka ringan dan 1 orang luka berat akibat ditimpa reruntuhan bangunan.
"Penanganan terhadap para korban sudah dilakukan. Semua biaya ditanggung, terutama yang dirawat di rumah sakit," ujarnya. Dari kecelakaan gempa ini, total kerugian ditafsir bisa mencapai Rp1 miliar atau minimal Rp800 juta lebih. Sebab bebera gedung sekolah, tempat ibadat, gedung atau kantor pemerintah butuh penanganan segera.
Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan pengumuman resmi kepada semua stakeholder pariwisata di Bali. Ia meminta kepada seluruh industri pariwisata di Bali agar segera menyampaikan kepada para tamunya baik yang saat ini sedang berada di Bali, atau pun yang akan datang ke Bali agar dijelaskan bahwa Bali tetap aman untuk dikunjungi.
"Kami sudah mengecek, berkoordinasi, bahwa Bali ini aman dikunjungi. Percayalan kepada Bali, percayalah kepada BPBD, BMKG, Pemprov Bali. Semuanya bisa diatasi, semuanya akan baik-baik saja," ujarnya. Ia meminta kepada seluruh stakeholder pariwisata Bali tidak menyampaikan informasi yang bukan berasal dari lembaga resmi pemerintah sebab kebenaran dan akurasinya sangat diragukan. (OL/OL-10)
DUA bangunan rumah warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan rusak terdampak gempa 4,2 magnitudo, Minggu (15/3). Kedua bangunan itu berada di dua lokasi berbeda.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved