Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI perikanan di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur cukup menjanjikan. Namun terbatasnya sarana prasanara melaut menjadi kendala serius di daerah ini. Terbatasnya sarana alat tangkap tidak mampu memenuhi kebutuhan ribuan nelayan yang tersebar di daerah ini. Sehingga berdampak pada hasil tangkapan yang tidak sebanding dengan potensi laut yang ada.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Flores Timur, Erna Dasilva saat dikonfirmasi Kamis (17/7) mengakui sarana prasarana dan anggaran yang sangat terbatas untuk membantu meningkatkan hasil tangkap di daerah ini.
"Kami mengakui potensi laut Flotim memang sangat menjanjikan, khsusnya untuk potensi laut ikan tuna, ikan cakalang dan tongkol. Jumlah nelayan di daerah ini sekitar 13 ribu orang. Jika dikaitkan dengan terbatasnya sarana dengan potensi laut ini. Tentunya jumlah hasil tangkap masih jauh di bawah. Jumlah nelayan memang mencukupi tetapi sarana prasarana yang belum memadai tidak mampu mencukupi kebutuhan nelayan seluruhnya," ujar Kadis Perikanan, Erna.
"Tentunya kami terus berupaya dari waktu ke waktu untuk memperhatikan kondisi ini terkait paket bantuan berupa kapal kecil dan besar. Walaupun masih dalam jumlah terbatas. Untuk tahun ini karena anggaran minim, kami hanya mampu menyiapkan bantuan kapal berukuran 2 GT sebanyak 13 unit, kapal berukuran 1 GT sebanyak 11 unit, dan sampan dengan mesin kitinting sebanyak 12 unit. Kami juga membantu memberikan mesin bagi para nelayan yang sudah mempunyai sampan tapi tidak memiliki mesin. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkap nelayan di daerah ini," lanjutnya.
baca juga: Media Group Inisiasi Konten Kreatif Bareng Korea
Terkait kendala yang dihadapi, Kadis Perikanan juga mengakui masalah dana yang minim tentunya tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan nelayan yang ada di daerah ini.
"Tidak semua bantuan kami ini sampai di semua nelayan. Tentunya kami akan melakukan identifikasi dan pengecekan. Artinya, karena terbatasnya sarana bantuan kami, maka kami melihatnya dari skala prioritas bagi kelompok yang lebih pantas untuk mendapatkan bantuan. Hal inilah yang masih mengganjal karena kami belum mampu membantu kebutuhan seluruh nelayan yang ada di daerah ini," pungkasnya. (OL-3)
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan regulasi baru untuk mempermudah layanan perizinan usaha di sektor perikanan.
DOSEN UGM mengomentari penarikan (recall) terhadap produk udang beku merek Great Value di AS yang diimpor dari perusahaan Indonesia karena mengandung radioaktif.
MENYONGSONG satu abad kemerdekaan Indonesia, kedaulatan pangan menjadi agenda prioritas yang wajib dimenangkan.
SEBANYAK 50 Ketua DPD KNTI se-Sumatra dan Koperasi Perikanan melaksanakan Rapat Konsolidasi penguatan simpul jaringan koperasi perikanan di wilayah Sumatra dan Kepulauan Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved