Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Sarana Melaut Terbatas, Hasil Tangkap Nelayan Rendah

Ferdinandus Rabu
17/7/2019 09:07
Sarana Melaut Terbatas, Hasil Tangkap Nelayan Rendah
Keterbatasan sarana dan prasarana menyebabkan potensi laut di Flores Timur, NTT belum diolah secara maksimal.(MI/Ferdinandus Rabu )

POTENSI perikanan di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur cukup menjanjikan. Namun terbatasnya sarana prasanara melaut menjadi kendala serius di daerah ini. Terbatasnya sarana alat tangkap tidak mampu memenuhi kebutuhan ribuan nelayan yang tersebar di daerah ini. Sehingga berdampak pada hasil tangkapan yang tidak sebanding dengan potensi laut yang ada.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Flores Timur, Erna Dasilva saat dikonfirmasi Kamis (17/7) mengakui sarana prasarana dan anggaran yang sangat terbatas untuk membantu meningkatkan hasil tangkap di daerah ini.

"Kami mengakui potensi laut Flotim memang sangat menjanjikan, khsusnya untuk potensi laut ikan tuna, ikan cakalang dan tongkol. Jumlah nelayan di daerah ini sekitar 13 ribu orang. Jika dikaitkan dengan terbatasnya sarana dengan potensi laut ini. Tentunya jumlah hasil tangkap masih jauh di bawah. Jumlah nelayan memang mencukupi tetapi sarana prasarana yang belum memadai tidak mampu mencukupi kebutuhan nelayan seluruhnya," ujar Kadis Perikanan, Erna.

"Tentunya kami terus berupaya dari waktu ke waktu untuk memperhatikan kondisi ini terkait paket bantuan berupa kapal kecil dan besar.  Walaupun masih dalam jumlah terbatas. Untuk tahun ini karena anggaran minim, kami hanya mampu menyiapkan bantuan kapal berukuran 2 GT sebanyak 13 unit, kapal berukuran 1 GT sebanyak 11 unit, dan sampan dengan mesin kitinting sebanyak 12 unit. Kami juga membantu memberikan mesin bagi para nelayan yang sudah mempunyai sampan tapi tidak memiliki mesin. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkap nelayan di daerah ini," lanjutnya.

baca juga: Media Group Inisiasi Konten Kreatif Bareng Korea

Terkait kendala yang dihadapi, Kadis Perikanan juga mengakui masalah dana yang minim tentunya tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan nelayan yang ada di daerah ini.

"Tidak semua bantuan kami ini sampai di semua nelayan. Tentunya kami akan melakukan identifikasi dan pengecekan. Artinya, karena terbatasnya sarana bantuan kami, maka kami melihatnya dari skala prioritas bagi kelompok yang lebih pantas untuk mendapatkan bantuan. Hal inilah yang masih mengganjal karena kami belum mampu membantu kebutuhan seluruh nelayan yang ada di daerah ini," pungkasnya. (OL-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya