Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
WALIKOTA Pangkalpinang, Maulan Akli menyesalkan adanya acara syukuran khitanan diselingi kontes waria. Kejadian itu di Gang Mawar, Kelurahan Opas, Pangkalpinang, Minggu (30/6) malam. Kontes waria ini menjadi viral di media sosial dan media online. "
"Mengenai kontes waria saat hajatan khitanan, jujur saya kaget mendapatkan kabarnya. Ini seharusnya tidak digelar," kata Maulan, Selasa (2/7).
Menurutnya, kegiatan itu bisa merusak kultur dan budaya masyarakat Pangkalpinang. Ia berharap kejadian itu tidak terulang kembali.
"Sungguh itu mengejutkan banyak pihak. Kegiatan seperti itu kami harap tidak terjadi lagi. Hal seperti itu karena akan merusak attitude dan norma-norma anak muda kita sekarang. Ini harus kita waspadai," tegasnya.
Atas kejadian itu, Molen akan meminta seluruh pihak terkait untuk menangani kejadian tersebut termasuk aparatur Pemerintah yang berada di wilayah setempat. Dia pun mengaku sudah memanggil camat dan lurah serta memberikan perintah khusus.
"Saya sudah perintahkan nanti para lurah dan camat, untuk hal-hal seperti ini menjadi atensi khusus," tukasnya.
Permasalahan kontes waria tersebut sudah ditindak lanjuti pihak kepolisian.
"Pihak penyelenggara sudah dipanggil untuk diperiksa kepolisian. Kita serahkan kepada aparat penegak hukum masalah tersebut," ungkap dia.
Sementara, Kasat Interlkam Polres Pangkalpinang, Iptu Navy Pradhana mengatakan tuan rumah penyelenggara hajatan khitanan sudah dimintai keterangan. Navy menjelaskan bahwa tuan rumah bernama Ayu menggelar hajatan khitanan anaknya. Saat itu tuan rumah menampilkan orgen tunggal dengan MC seorang waroa bernama Banjirudin. Menurut Navy, berdasarkan keterangan tuan rumah, waria yang diundang hadir berjumlah 10 orang. Aksi para waria membuat suasana acara meriah.
Adanya kontes waria ini mendapat protes keras DPRD Kota Pangkalpinang.
baca juga: Dua WN Nepal Selundupkan Narkoba di Bali
"Kontes waria yang diselenggarakan Minggu (30/6) di salah satu kelurahan di Pangkalpinang tidak sesuai dengan adat, budaya, norma dan nilai sosial masyarakat setempat," kata Sekretaris Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady.
Rio mengimbau masyarakat agar menjaga suasana kondusif di Kota Pangkalpinang dengan menghindari penyelenggaraan kegiatan yang dapat meresahkan masyarakat. (OL-3)
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Laporan Kebahagiaan Dunia terbaru mengungkap dampak negatif algoritma TikTok dan Instagram pada mental pemuda.
Matcha memang kaya akan katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG) yang bersifat antioksidan.
Cara seseorang mengekspresikan kesedihannya berkaitan erat dengan apa yang dirasa paling menguatkan bagi dirinya sendiri.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved