Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI di lereng Gunung Bromo dan Gunung Semeru mulai mewaspadai fenomena embun upas, yang berdampak serius merusak tanaman pertanian. Embun upas merupakan embun pagi hari yang membeku akibat suhu dingin yang ekstrem. Warga Tengger di lereng gunung setempat menyebut embun itu sebagai bayu pas atau embun salju.
Petani kentang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Kartono kepada Media Indonesia, Minggu (23/6), mengatakan tanaman kentang yang baru tanam bila terkena embun upas rentan mengalami kerusakan. Tanaman kentang bisa diselamatkan melalui perawatan yang lebih serius dengan menyiramkan air.
"Biasanya tidak bisa dirawat kalau kena salju (bayu pas). Kalau punya air harus disiram sebelum matahari terbit," kata tokoh masyarakat Desa Ngadas tersebut.
Namun, persoalannya, air agak sulit didapatkan terutama untuk pertanian tadah hujan yang berlokasi di dasar jurang. Itu sebabnya sebagian petani setempat hanya bisa pasrah dengan fenomena alam yang terjadi saban tahun tersebut.
Kartono mengungkapkan petani belum melaporkan adanya kejadian kerusakan tanaman hingga gagal panen, tapi mereka berusaha mewaspadai dampak dari fenomena tersebut. Sebab munculnya fenomena embun upas saat tanaman kentang siap panen.
"Alhamdulillah, walau cuaca tambah dingin dan ada bayu pas, masih normal seperti biasa. Tanaman tinggal panen, hanya sebagian kecil saja yang masih perlu perawatan," ujarnya.
Sejauh ini, lanjutnya, pertanian hortikultura masih aman. Di Desa Ngadas, tanaman yang rentan rusak terutama di dasar jurang. Sedangkan tanaman kentang di lereng perbukitan umumnya masih aman. Hingga kini belum ada laporan warga secara massal yang mengalami gangguan kesehatan akibat fenomena itu. Pasalnya semua rumah warga Tengger memiliki dapur yang dilengkapi tungku tradisional untuk memasak juga berfungsi sebagai penghangat ruangan.
"Untuk sementara di Ngadas masih aman. Biasanya tanaman kentang yang kena bayu pas sekitar 2% dari total lahan sekitar 385 hektare. Tapi yang kena itu biasanya di dasar jurang, kalau di lereng masih aman," imbuhnya.
baca juga: Ribuan Jaringan Gas Rumah Tangga di Blora Mangkrak
Fenomena embun upas muncul sejak 16 Juni 2019 di kawasan Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Cuaca dingin ekstrem itu belum berdampak menurunkan jumlah kunjungan wisata di daerah setempat.
Menurut Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS Syarif Hidayat, suhu udara saat pagi sampai sore 2 derajat celcius hingga 12 derajat celcius. Sedangkan pada malam hari bisa nol derajat celcius. Cuaca dingin ekstrem tersebut membekukan dedaunan, rumput dan tanaman pertanian di kawasan Gunung Bromo dan Ranupani, Gunung Semeru.(OL-3)
Kemiringan Bumi pada porosnya menjadi penyebab dari pergeseran jalur Matahari ke utara pada waktu yang sama setiap tahunnya.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Fenomena astronomi langka akan menyapa langit Bumi pada akhir Februari 2026 lewat peristiwa yang dikenal sebagai parade enam planet.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin sempurna kali ini tidak melewati wilayah Indonesia dan hanya melintasi wilayah terpencil di Antartika.
Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lebih lambat dan terkadang berwarna-warni. Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik oleh pengamat di wilayah Asia Tenggara
BMKG peringatkan fenomena Godzilla El Nino picu kemarau ekstrem di Jambi mulai Mei 2026. Waspada kekeringan dan karhutla di lahan gambut akibat curah hujan rendah.
PTPN IV PalmCo menetapkan status siaga dalam menghadapi potensi musim kemarau tahun ini, seiring prediksi kemungkinan munculnya fenomena El Nino.
BMKG memprediksi, sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun ini akan mengalami musim kemarau lebih awal dan lebih panjang dari biasanya. Kondisi itu membuat potensi karhutla meningkat.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, dengan durasi yang disebut lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel Wandayantolis di Palembang, Senin, mengatakan sejumlah wilayah di Sumsel berpotensi mengalami kemarau lebih awal dibandingkan daerah lainnya.
MEMASUKI musim kemarau, suhu udara yang panas membuat banyak orang mengandalkan pendingin ruangan agar aktivitas di rumah tetap nyaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved