Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMPAT kejadian kebakaran di Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, adalah sebuah rumah biasa. Namun, sudah lebih dua tahun ini, rumah bercat putih putih itu digunakan sebagai tempat perakitan pemantik api (mancis).
Menurut warga yang bermukim di sekitar lokasi kebakaran, sehari-hari, para pekerjanya melakukan kegiatan pemasangan besi kecil penutup kepala mancis.
Dari pengamatan di lokasi kejadian, terlihat ruangan di mana para korban tewas ditemukan, dipenuhi serakan tutup mancis.
Warga setempat mengatakan, tabung-tabung mancis datang dari Kota Medan dan mereka yang bekerja di rumah itu memasang penutupnya.
"Kami tidak tahu mancis-mancisnya dikirim dari tempat mana, tapi kami sering lihat, mancis yang datang belum ada penutupnya," ungkap Sarmiati, 46, warga setempat.
Warga juga mengungkapkan, rumah itu berstatus rumah sewa yang mana si penyewa menggunakannya sebagai tempat aktivitas perakitan tersebut.
Para pekerjanya didominasi kaum perempuan yang berasal dari dusun dan desa sekitar. Namun warga yang ditanyai tidak ada yang tahu apakah kegiatan perakitan mancis di rumah itu sudah memiliki izin atau belum.
Bahkan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin mengaku belum pernah tahu ada perakitan mancis di daerah tersebut.
"Kami baru dapat laporan ada usaha seperti ini di sini," ujar Terbit.
Baca juga: Korban Sempat Update Status WA sebelum Pabrik Mancis Terbakar
Karena itu dia berjanji akan mengecek perizinan kegiatan usaha perakitan mancis tersebut.
Seusai meninjau, masih di sekitar lokasi kejadian, dia lalu memerintahkan Sekda dan pejabat terkait yang mendampinginya untuk segera memastikan perizinan.
Dia juga memerintahkan jajarannya untuk memastikan kemungkinan adanya usaha serupa lain di daerahnya.(X-15)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved