Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Bupati Langkat tidak Tahu Lokasi Kebakaran Adalah Pabrik Mancis

Yoseph Pencawan
21/6/2019 20:44
Bupati Langkat tidak Tahu Lokasi Kebakaran Adalah Pabrik Mancis
Ribuan penutup pemantik mancis di rumah terbakar di Langkat, Sumatra Utara.(MI/Yoseph Pencawan)

TEMPAT kejadian kebakaran di Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, adalah sebuah rumah biasa. Namun, sudah lebih dua tahun ini, rumah bercat putih putih itu digunakan sebagai tempat perakitan pemantik api (mancis).

Menurut warga yang bermukim di sekitar lokasi kebakaran, sehari-hari, para pekerjanya melakukan kegiatan pemasangan besi kecil penutup kepala mancis.

Dari pengamatan di lokasi kejadian, terlihat ruangan di mana para korban tewas ditemukan, dipenuhi serakan tutup mancis.

Warga setempat mengatakan, tabung-tabung mancis datang dari Kota Medan dan mereka yang bekerja di rumah itu memasang penutupnya.

"Kami tidak tahu mancis-mancisnya dikirim dari tempat mana, tapi kami sering lihat, mancis yang datang belum ada penutupnya," ungkap Sarmiati, 46, warga setempat.

Warga juga mengungkapkan, rumah itu berstatus rumah sewa yang mana si penyewa menggunakannya sebagai tempat aktivitas perakitan tersebut.

Para pekerjanya didominasi kaum perempuan yang berasal dari dusun dan desa sekitar. Namun warga yang ditanyai tidak ada yang tahu apakah kegiatan perakitan mancis di rumah itu sudah memiliki izin atau belum.

Bahkan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin mengaku belum pernah tahu ada perakitan mancis di daerah tersebut.

"Kami baru dapat laporan ada usaha seperti ini di sini," ujar Terbit.

Baca juga: Korban Sempat Update Status WA sebelum Pabrik Mancis Terbakar

Karena itu dia berjanji akan mengecek perizinan kegiatan usaha perakitan mancis tersebut.

Seusai meninjau, masih di sekitar lokasi kejadian, dia lalu memerintahkan Sekda dan pejabat terkait yang mendampinginya untuk segera memastikan perizinan.

Dia juga memerintahkan jajarannya untuk memastikan kemungkinan adanya usaha serupa lain di daerahnya.(X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya