Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, sudah dapat memastikan jumlah korban kebakaran tempat perakitan pemantik api (mancis) di Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat, Irwan Sahri mengungkapan, jumlah korban tewas dalam kejadian itu sebanyak 30 orang.
"Terdiri dari 26 orang dewasa dan 4 korban yang masih anak-anak," ujarnya, Jumat (21/6).
Dia mengatakan data itu diperoleh dari hasil proses identifikasi korban di Rumah Sakit Bhayangkara dan penelusuran aparat Desa Sambirejo.
Terlebih, tidak sedikit dari para korban masih memiliki hubungan kekerabatan.
Mengapa ada korban anak-anak di tempat perakitan mancis? Irwan mengatakam belum dapat memastikan jawabannya.
Namun berdasarkan informasi warga, katanya, keenam anak-anak yang menjadi korban adalah putra dan putri dari para pekerja perakit mancis.
Sebelum kejadian, pekerja sedang istirahat siang dan ada anak-anak yang datang untuk menemui orangtua mereka karena sudah pulang sekolah.
Ada juga anak-anak yang masih balita, dibawa ayahnya ke lokasi untuk mendapatkan air susu ibu (ASI) dari ibunya yang bekerja di sana.
Selain korban tewas, Irwan juga mengungkapkan terdapat empat orang pekerja yang lolos dari maut.
Baca juga: Korban Tewas Kebakaran Pabrik di Binjai Menumpuk di Satu Ruangan
Saat kebakaran terjadi, mereka tidak berada di dalam karena memilih makan siang di rumah mereka masing-masing. (X-15)
Adapun nama-nama korban tewas antara lain:
1. Nurhayati, warga Desa Selayang Mancang.
2. Yunita Sari, warga Sambirejo Gang Mirat.
3. Pinja (anak Yunita Sari), warga Sambirejo, Gang Mirat.
4. Sasa (anak Yunita Sari), warga Sambirejo, Gang Mirat.
5. Suci/Aseh, warga Kwala Begumit.
6. Mia, warga Sambirejo Dusun I.
7. Ayu, warga Perdamaian.
8. Desi/Ismi, warga Sambirejo Dusun IV.
9. Juna (anak Desi), warga Sambirejo Dusun IV.
10. Bisma (anak Desi), warga Sambirejo Dusun IV.
11. Dhijah, warga Sambirejo Dusun IV.
12. Maya, warga Sambirejo Dusun IV.
13. Rani, warga Perdamaian.
14. Alfia, warga Perdamaian.
15. Rina, warga Sambirejo, Dusun IV.
16. Amini, warga Sambirejo Dusun II.
17. Kiki, warga Kwala Begumit Kampung Baru.
18. Priska, warga Sambirejo Dusun II.
19. Yuni (Mak Putri), warga Sambirejo Dusun IV.
20. Sawitri, warga Sambirejo Dusun IV.
21. Fitri, warga Sambirejo Dusun I.
22. Sifah (anak Fitri), warga Sambirejo Dusun I.
23. Wiwik, warga Sambirejo Dusun IX.
24. Rita, warga Sambirejo Dusun II.
25. Rizki, warga Sambirejo Dusun II.
26. Imar, warga Sambirejo Dusun VII.
27. Lia (mandor), warga Kwala Begumit.
28. Yanti, warga Kwala Begumit Kampung Baru.
29. Sri Ramdhani, Sei Remban.
30. Samiati, warga Kwala Begumit.
Adapun pekerja yang selamat adalah:
1. Nur, warga Selayang Mancang.
2. Deni Novita Sari, warga Sambirejo Dusun IV.
3. Ariyani, warga Sambirejo Dusun II.
4. Ayu/Eti, warga Sambirejo Dusun IV.
Untuk mengantisipasi dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem, pemprov sudah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca pada 18-21 Februari di Bandara Silangit dan Bandara Kualanamu.
SUMATRA Utara disebut sebagai wilayah dengan penerapan sanksi hukum paling ekstrem bagi para pelaku kejahatan narkotika di Indonesia.
POLISI menggagalkan upaya pengiriman narkotika jenis sabu seberat delapan kilogram yang dikirim dari Sumatra Utara (Sumut) menggunakan bus angkutan umum dengan modus sebagai oleh-oleh.
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved