Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Hari Pertama PPDB, SMPN Di Bangka Diserbu Orangtua

Rendy Ferdiansyah
17/6/2019 10:35
Hari Pertama PPDB, SMPN Di Bangka Diserbu Orangtua
Ratusan orangtua bersama siswa mendatangi SMPN 2 Sungailiat, Kabupaten Bangka untuk mendaftarkan lewat jalur PPDB 2019, Senin (17/6).(MI/Rendy Ferdiansyah )

HARI pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di seluruh SMPN di Pulu Bangka mulai diserbu pendaftar. Seperti di SMPN Sungailiat Bangka, ratusan orangtua siswa sejak pukul 07.30 WIB sudah memenuhi halaman sekolah tersebut. Mereka datang selain untuk mendaftar juga mendapatkan informasi terbaru dalam sistem PPDB ini.

"Memang berbeda tahun ini, kita sudah tahu itu, makanya saya datang lebih pagi untuk mendaftar sekaligus ingin mendapatkan penjelasan dari
pihak sekolah," kata Santi.

Hal senada juga dikatakan Maryam ortu siswa lainya, mau dengan pejelasan pihak sekolah dulu, sekaligus mau tahu syarat-syaratnya.

"Memang NEM tidak pakai lagi, kan sekarang yang di pakai itu sertifikat hasil ujian nasional (SHUN) dan syarat-syarat lainya," kata Maryam.

Sementara, Kepala sekolah SMP 2 Sungailiat, Arman mengatakan daya tampung di SMPN 2 sebanyak 253 siswa meliputi jalur zonasi 227 siswa, jalur prestasi 5% atau 13 siswa, dan jalur perpindahan tugas orangtua/wali sebanyak 5% atau 13 siswa.

"Pengumuman peserta didik baru yang diterima 29 Juni, waktu pendaftaran ulang 1-4 Juli. Bagi yang diterima wajib daftar ulang kalau tidak dianggap mengundurkan diri," kata Arman.

Untuk hari pertama ini, menurutnya selain menerima pendaftaran, pihaknya  juga memberikan sosialisasi tata cara pendaftaran kepada orangtua murid.

Ditempat terpisah, Kasi Kurikulum dan Peserta Didik SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, Riky Ramdhani mengatakan jumlah daya tampung SMPN memang tidak sebanding dengan jumlah kelulusan SD.

baca juga: Pemerintah Siapkan Program Drainase Jalan Secara Nasional

"Jumlah kelulusan SD Negeri dan swasta 5.911 siswa, sedangkan jumlah SDN 44, terdiri dari 38 negeri dan 6 swasta,"kata Riky.

"Melihat jumlah itu, memang tidak sebanding kalau semuanya mau masuk SMP. Makanya kita saranya ortu tidak memaksa anaknya ke negeri karena
masih ada sekolah swasta," sarannya.(OL-3)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya