Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Lusa, Uji Coba Pembatasan Kendaraan Bermotor di Malioboro

Ardi Teristi
16/6/2019 21:00
Lusa, Uji Coba Pembatasan Kendaraan Bermotor di Malioboro
Wisatawan di Malioboro(MI/Ardi Teristi Hardi)

JALAN Malioboro yang dikenal sebagai sentra wisata belanja di Yogyakarta akan menguji coba pembatasan kendaraan bermotor pada Selasa (18/6). Uji  coba akan dilaksanakan dari pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB.

"Sejauh ini, akan dicoba dulu selama satu hari setiap bulan, kita evaluasi," jelas Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Rahardjo.

Uji coba dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Selasa Wagen. Pada saat itu, semua PKL di Malioboro libur dan sepanjang Malioboro dibersihkan.

Sigit menjelaskan bahwa kedepan tidak hanya setiap Selasa Wage saja akan dilakukan uji coba, namun nantinya juga akan di pilih hari-hari tertentu untuk melakukan uji coba pembatasan kendaraan bermotor di Malioboro.

"Jadi nanti ada beberapa kendaraan bermotor yang bisa masuk seperti Trans-Jogja atau beberapa pelayanan masyarakat seperti truk sampah, Ambulans, Damkar atau yang juga yang memiliki urgensi khusus," jelas Sigit.

Baca juga : Lalin Padat, Ojek dan Taksi Dilarang Berhenti di Jalan Malioboro

Polisi nanti yang akan mengaturnya. Jalan di sirip-sirip Malioboro juga tidak semuanya akan ditutup. Mulai dari ujung utara, kendaraan masih bisa melintas di depan DPRD dan Malioboro Mall
kemudian dibelokkan ke Jalan Dagen.

Dari Jalan Suryatmajan di selatan Kantor Gubernur DIY ke barat hingga masuk Jalan Pajeksan pun masih bisa dilewati.

Menurut Sigit, masih ada rekayasa lalu lintas yang masih dibenahi, yaitu akses ke Gedung Agung, Polresta dan Korem.

Saat uji coba, lanjut dia, apabila ada kondisi krusial yang mengharuskan untuk membuka jalan, pihaknya tetap akan membuka jalan yang ditutup. Artinya, uji coba ini berfungsi sebagai evaluasi untuk melihat kekurangan dan kelebihannya.

Sigit juga mengatakan, pihaknya akan menurunkan 80 orang personil mengawasi prses uji coba tersebut.

Pembatasan kendaraan bermotor memasuki Malioboro justru akan menjadikan kawasan ini lebih nyaman. Para pengunjung akan lebih nyaman beraktivitas dan berwisata di kawasan Malioboro.

"Tidak perlu khawatir. Kantung-kantung parkir kan tetap akan beroperasi. Bahkan ada wacana untuk memakai Kridosono atau juga (Stasiun) Tugu," jelas Sigit.

Sebelumnya di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahar nenyambut baik pembatasan kendaraan bermotor di Malioboro. Ia pun yakin Malioboro tetap diminati.

"Magnet luar biasa walaupun kendaraan tidak ada, di sana ada transportasi Trans-Jogja, andong, becak, sepeda," kata dia.

Pihaknya akan memanfaatkan saat pembatasan kendaraan bermotor dengan penampilan seniman-seniman Jogja dengan konsep steet performan, misalnya biola.

"Kita akan adakan street performans, Malioboro day. Kita tampilkan seniman bertalenta Jogja setelah dikurasi. Jogja punya banyak seniman bertalenta, orkestra di Jakarta 90% (pemainnya) dari Jogja," kata dia

Ia berharap para wisatawan akan memberi apresiasi yang baik atas konsep tersebut. Dua titik yang disiapkan untuk atrasksi jalanan adalah di pintu barat Kepatihan dan titik 0 kilometer. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya