Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU keluarga yang terdiri dari enam orang warga Kampung Sumedang RT 001/001, Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menderita lumpuh layuh. Aktivitas keluarga itu setiap harinya dihabiskan di kediaman mereka.
Berdasarkan informasi, penyakit lumpuh layuh yang dialami keluarga itu sudah berlangsung puluhan tahun. Mereka adalah Rupiah, 64, Yayah, 59, Patimah, 57, Salamah, 49, Saepudin, 46, dan Omo, 44. Selama ini mereka diurus salah seorang keluarga yang masih sehat. Informasinya, selama mereka menderita penyakit tersebut belum mendapatkan penanganan secara medis.
"Iya, ada warga kami yang masih satu keluarga menderita lumpuh layuh. Ada satu orang yang menderita kaki gajah," kata Sekretaris Desa Bojongkasih, Asep Sunandar, saat dihubungi Media Indonesia, melalui telepon selulernya, Minggu (16/6).
Sepengetahua Asep, para penderita penyakit itu kondisinya tak ada perubahan berarti. Pemerintah desa maupun masyarakat hanya bisa membantu ala kadarnya. "Kalau sehari-hari, mereka ada yang mengurus. Masih keluarganya juga," tuturnya.
Keluarga tersebut bisa dikategorikan tidak mampu. Pada Sabtu (15/6), para penyintas lumpuh layuh dan kaki gajah disambangi jajaran Polsek Kadupandak.
"Kemarin (Sabtu), kami bersama pak Kapolsek menyambangi ke rumah keluarga tersebut. Memang butuh bantuan dan perhatian. Kalau untuk penanganan medis bidan di sini sering mengontrol," tandasnya.
Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Soliyah melalui Kapolsek Kadupandak Ajun Komisaris Yusuf Ruhiman mengaku prihatin dengan kondisi keluarga tersebut. Apalagi selama ini mereka tergolong keluarga tidak mampu.
"Informasinya, mereka menderita penyakit itu sejak 1970. Sampai saat ini belum ditangani serius secara medis," kata Yusuf kepada wartawan, Sabtu (16/6).
Kepada keluarga itu Yusuf memberikan bantuan berupa paket sembako. Yusuf sudah berkoordinasi dengan aparatur pemerintahan desa setempat untuk mengurusi jaminan kesehatan agar secepatnya keluarga itu mendapatkan penanganan medis.
"Kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk pengurusan jaminan kesehatan (BPJS Kesehatan) supaya mereka dapat penanganan medis di rumah sakit. Selama ini mereka hanya berobat ala kadarnya saja," ujarnya.
Yusuf menambahkan, untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-harinya keluarga itu hanya mengandalkan belas kasihan dari para tetangga. Pasalnya, para penderita lumpuh layuh dan kaki gajah itu sudah tidak mampu untuk bekerja memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
"Mereka hanya mengandalkan pemberian dari tetangga sekitar. Mudah-mudahan saja mereka dapat segera mendapatkan perawatan medis yang maksimal," tandasnya. (A-3)
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tubuh terus dilakukan berbagai pihak.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Laporan Halodoc Q1 2026 mencatat lonjakan gangguan kecemasan dan masalah pencernaan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Jika ditemukan pasien dengan indikasi klinis yang mengarah pada gejala campak, petugas medis akan segera melakukan tindakan lanjutan.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved