Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Idul Fitri, Keraton Yogyakarta Tutup Dua Hari

Patricia Vicka
05/6/2019 14:45
Idul Fitri, Keraton Yogyakarta Tutup Dua Hari
Sejumlah warga berebut gunungan saat prosesi adat Grebeg Syawal 1439 H di halaman Masjid Gede Kauman, Yogyakarta.(ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

KERATON Yogyakarta ditutup untuk kunjungan wisata selama Idul Fitri 2019. Penutupan berlangsung dua hari, yakni pada Rabu (5/6) dan Kamis (6/6).

"Iya ditutup 2 hari karena ada acara Grebeg Syawal dan ngabekten (Sungkeman) pada 5 sampai 6 Juni 2019,. Dibuka kembali Kamis (7/6), " ujar Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Singgih Raharjo, di Yogyakarta, Rabu (5/6).

Dia menerangkan prosesi Grebeg Syawal merupakan kegiatan rutin tahunan Keraton Yogyakarta. Saat Grebeg Syawal, Raja Yogyakarta mengirimkan gunungan kepada rakyat.

"Prosesi ini sebagai bentuk ucapan syukur raja kepada rakyatnya," kata Singgih.

Baca juga: Sri Sultan HB X Gelar Open House pada 10 Juni 2019

Singgih mengungkap Grebeg Syawal dibuka untuk umum. Masyarakat bisa melihat proses Grebeg Syawal dari luar lingkungan Keraton Yogyakarta.

Sementara itu, ngabekten adalah prosesi silaturahmi internal Keraton Yogyakarta. Yakni, proses para anak, cucu, keluarga, dan kerabat Sri Sultan HB X juga abdi dalem Keraton Yogyakarta melakukan sungkem kepada Raja Yogyakarta.

"Ngabekten berasal dari kata bekthi atau berbakti. Acara berlangsung dua hari, tanggal 5 sampai 6 Juni," imbuhnya.  

Berbeda dengan Grebeg Syawal yang dibuka untuk umum. Ngabekten berlangsung tertutup di dalam kompleks Keraton Yogyakarta. (Medcom/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya