Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pemotor Dominasi Jalur Alternatif

Liliek Dharmawan
03/6/2019 09:25
Pemotor Dominasi Jalur Alternatif
Pemudik sepeda motor melintas di Jalan Raya Pantura, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019).(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

JALAN tol Trans-Jawa yang sudah beroperasi secara penuh dari barat hingga ke timur membuat pemudik berken-daraan pribadi tersedot ke jalur tersebut. Jalur-jalur alternatif hingga kemarin mulai padat, namun lebih didominasi sepeda motor.

Jalur tengah penghubung dari pantai utara (pantura) Jawa ke jalur selatan yang melewati Brebes dan Banyumas, Jawa Tengah, misalnya. Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, kemarin, atau H-3 di sepanjang jalur tengah mulai dari perbatasan Brebes-Banyumas menuju Ajibarang hingga ke Wangon, sepeda motor lebih banyak terlihat memenuhi jalan.

"Sepeda motor dan mobil pribadi yang lewat para umumnya ialah pemudik yang berasal dari Banyumas, Kebumen, dan Cilacap," ujar Perwira Pengendali Pospam Lebaran 2019 Ajibarang, Inspektur Satu Heri Sudaryanto, kemarin.

Pemudik berkendaraan roda dua yang menuju timur memilih jalur pantura dan masuk jalur tengah. Adapun mobil pribadi keluar dari tol Trans-Jawa di Brebes untuk masuk ke jalur tengah.

Peningkatan jumlah kendaraan melintas terlihat terutama di perkotaan seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, dan Semarang. Meski tidak sampai menimbulkan kemacetan, kendaraan harus berjalan merambat hingga beberapa kilometer.

"Hingga saat ini semua lancar, ratusan petugas baik kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, serta relawan dan organisasi bahu-membahu untuk kelancaran ini," imbuh Kepala Polres Pekalongan Kota Ajun Komisaris Besar Ferry Sandi Sitepu.

Peningkatan jumlah kendaraan juga terlihat di ruas jalan alternatif Kajen (Pekalongan)-Banjarnegara. Kendaraan pemudik dari arah pantura memanfaatkan jalur pintas itu menuju daerah selatan seperti Wonosobo, Purbalingga, Banjarnegara atau Purwokerto. Jalur itu lebih dekat meskipun rawan bencana tanah longsor.

"Kami mampir ke rumah saudara dulu sembari belanja oleh-oleh batik di Pekalongan untuk memperpendek jarak dan cepat sampai kampung halaman memilih jalur alternatif ini," kata Imuh, 38, pemudik dari Cilegon dengan tujuan Purbalingga, Jawa Tengah.

Di wilayah Jawa Barat, Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Andrianto mengatakan arus mudik yang melintasi jalur selatan meningkat, khususnya dari arah Ban-dung melalui Garut ke arah Lingkar Gentong dan menuju Ciamis. Jalur ini juga merupakan jalur alternatif pemudik ke arah Jawa Tengah. Hingga kemarin, peningkatan arus kendaraan tersebut tidak sampai menimbulkan kemacetan.

Antisipasi tanah longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menyiagakan alat berat di jalur mudik pada Lebaran 1440 Hijriah 2019. Pemudik yang akan lewat jalur mudik di Kabupaten Rejang Lebong harus mewaspadai tanah longsor, baik di jalan lintas Curup-Lubuklinggau, Provinsi Sumsel, maupun Curup-Muara Aman, Kabupaten Lebong, Bengkulu.

"Jalur Kabupaten Rejang Lebong, yang menghubungi Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan, sepanjang 50 km rawan tanah longsor terutama saat musim hujan," ujar Kepala BPBD Rejang Lebong, Basuki, di Bengkulu, kemarin. (AS/AD/MY/RF/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya