Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pertengahan Bulan Puasa, Anjal dan Gepeng mulai Menyerbu Cimahi

Depi Gunawan
14/5/2019 19:05
Pertengahan Bulan Puasa, Anjal dan Gepeng mulai Menyerbu Cimahi
Sejumlah pengemis memenuhi lampu merah di Kawasan Senen, Jakarta Pusat,(MI/USMAN ISKANDAR)

MENDEKATI pertengahan bulan puasa hingga Lebaran, anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) bakal sering mudah ditemukan di wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat.

Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Cimahi, Erick Yudha, mengakui di setiap Ramadan seperti sekarang ini, daerahnya menjadi salah satu tujuan pengemis mengais rezeki.

"Coba nanti lihat, apalagi waktunya mendekati Lebaran. Di suatu tempat pasti mereka akan datang ke situ, di mana banyak orang berkumpul," kata Erick, Selasa (14/5).

Dari pengalaman tahun-tahun lalu, Erick menjelaskan, biasanya lokasi yang ramai didatangi anjal dan gepeng ialah Alun-Alun Cimahi dan Jalan Gandawijaya. Mereka yang datang ke tempat itu adalah lansia, serta ibu-ibu dengan membawa anak kecil supaya masyarakat merasa iba dan memberikan sedekah.

Menurut dia, sebagai daerah lintasan, Cimahi menjadi tempat favorit anjal maupun gepeng mengais rezeki, bukan hanya saat bulan puasa saja, bahkan hingga hari-hari biasa.


Baca juga: Progres Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 17,38%


"Tapi jumlahnya lebih banyak saat bulan puasa dan Lebaran, mereka pindah-pindah lokasi," bebernya.

Dia menyatakan, permasalahan anjal dan gepeng sangat sulit teratasi, apalagi jika harus mengubah paradigma agar mereka tak mengemis lagi. Begitu pun dengan tindakan keras seperti pengusiran, lanjut Erick, pihaknya tidak bisa melakukan karena tak ada regulasi khusus untuk melarang keberadaan mereka.

"Sangat sulit mengatasi masalah gepeng, kita gak bisa semena-mena ngusir. Nanti bisa salah juga," ujarnya.

Diakuinya, Dinas Sosial hanya bisa lakukan pemantauan dan pembinaan kepada anjal dan gepeng. Bagi anjal dan gepeng yang berdomisili di Cimahi akan diberikan pembinaan khusus, sedangkan yang berasal dari daerah luar disarankan untuk kembali ke daerah asalnya.

"Jika berasal Cimahi, kita akan berikan pembinaan. Tapi bagi pendatang kita sarankan keluar (Cimahi)," jelasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya