Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perdagangan bersama Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama menjaga stabilitas harga dan stok barang kebutuhan pokok menjelang puasa dan lebaran 2019/1440 H.
Untuk memastikan kondisi harga dan stok barang kebutuhan pokok aman, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Indrasari Wisnu Wardhana melakukan pemantauan langsung ke pasar rakyat dan menghadiri rapat koordinasi (rakor) bersama para pemangku kepentingan di Yogyakarta, Kamis (2/5).
"Pemantauan langsung ke lapangan ini sudah dilakukan selama tiga tahun berturut-turut. Dan mempunyai dampak yang positif terhadap pengendalian harga terutama menjelang hari besar keagamaan. Pemantauan langsung juga dilakukan. Bila terjadi gejolak harga, pemerintah dapat segera mengambil tindakan," ujar Wisnu.
Rakor di Yogyakarta merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Rakornas Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di Bandung pada 20 Maret 2019.
baca juga: Harga Pokok Pangan di Pasar Beringharjo Stabil
Dalam Rakornas tersebut, Mendag menjelaskan salah satu mandat Presiden yaitu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok serta mengutamakan penyerapan produksi dalam negeri. (OL-3)
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved