Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR besar yang melanda Bengkulu, selain karena cuaca ekstrem, juga tak lepas dari kerusakan daerah resapan air di hulu. Pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit dinilai memperparah bencana yang menewaskan sedikitnya 17 orang itu.
Data teranyar yang dilansir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tadi malam menyebutkan, selain 17 orang meninggal dunia, banjir juga menyebabkan 9 orang hilang, 2 luka berat, dan 2 luka ringan. Dari total korban tewas, 11 orang terdapat di Kabupaten Bengkulu Tengah, 3 orang di Kota Bengkulu, dan 3 lainnya di Kabupaten Kepahiang.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar, 13 ribu warga terdampak banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak Jumat (26/4) tersebut. Sebanyak 12 ribu di antaranya mengungsi. BPBD mengimbau masyarakat tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem hingga awal Mei.
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyatakan banjir terparah dalam dua dekade terakhir ini juga mengakibatkan kerugian material mencapai Rp138 miliar. Dia pun meminta bantuan pemerintah pusat.
Para aktivis lingkungan menilai bencana itu tak lepas dari rusaknya lingkungan di hulu Sungai Bengkulu. Keberadaan delapan tambang batu bara yang beroperasi di kawasan penyangga Hutan Lindung Bukit Daun merusak daerah tangkapan air.
Direktur Kanopi Bengkulu, Ali Akbar, menegaskan banjir di Bengkulu tidak bisa semata ditimpakan pada hujan lebat yang mengguyur dalam waktu lama. Menurutnya, kawasan daerah aliran Sungai Bengkulu di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah telah habis dikaveling untuk pertambangan batu bara dan perkebunan sawit. Kawasan ini sudah kehilangan fungsi ekologis.
Senada, Manajer Kampanye Industri Ekstraktif Walhi Bengkulu, Dede Frastien, mengatakan banjir yang melanda Bengkulu menjadi bukti rusaknya hulu sungai karena aktivitas pertambangan batu bara.
“Salah satunya PT Kusuma Raya Utama yang menambang di kawan konservasi Taman Buru Semidang Bukit Kabu. Bencana ini seharusnya me-nguatkan gugatan Walhi terhadap PT Kusuma Raya Utama, tambang yang mengeruk isi perut bumi di hulu Sungai Bengkulu,” tukasnya. (MY/Ant/X-8)
Sejumlah warga menggunakan perahu karet untuk menyeberangi sungai akibat jalan utama terputus karena luapan air di Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.
Warga membersihkan pohon tumbang akibat angin puting beliung di Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ingatkan daerah siaga dini hadapi fenomena bencana tak merata, mulai dari banjir hingga karhutla jelang puncak kemarau 2026.
Sejumlah lahan pertanian rusak di Pasie Laweh, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
KPK menyita uang ratusan juta rupiah dalam OTT Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka suap proyek.
Simak profil lengkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, mulai dari biodata, perjalanan karir sebagai pengusaha properti, hingga kabar OTT KPK.
Tim turun langsung ke sejumlah lokasi, seperti kawasan Mega Mall Pasar Minggu, rumah kos, hingga tempat hiburan malam yang ada di Kota Bengkulu
MASKAPAI Garuda Indonesia berencana menghentikan operasional penerbangan di Provinsi Bengkulu pada Senin (23/3) mendatang karena jumlah penumpang yang minim.
ANTREAN kendaraan disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) mulai meningkat sejak Jumat pagi (6/3).
Harga komoditas cabai keriting mengalami penurunan dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved