Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Bali Siap Jadi Destinasi Wisata Kesehatan

Indriyani Astuti
24/4/2019 11:30
Bali Siap Jadi Destinasi Wisata Kesehatan
Tim medis memberikan pertolongan dan perawatan kepada korban gempa saat simulasi penanganan bencana di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.(ANTARA/Fikri Yusuf)

BALI telah menjadi destinasi andalan untuk pariwisata. Kini, Pemerintah Provinsi Bali tengah bersiap menjadikan wilayah yang dijuluki Pulau Dewata itu untuk wisata kesehatan.

Pemerintah Daerah Bali tengah menyusun peraturan tentang kesehatan pariwisata (Health Tourism) agar dapat dilaksanakan secara terpadu dan terintegrasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan penyusunan regulasi penting dilakukan untuk membuat satu jejaring yang kuat terkait layanan kesehatan pariwisata. Sehingga berbagai layanan kesehatan yang berhubungan dengan kepariwisataan harus dipastikan dasar hukumnya.

Sejumlah RS, terang Suarjaya, tengah disiapkan untuk jejaring pelayanan dalam medical tourism  antara lain RS Sanglah untuk pusat rujukan layanan Jantung, RS Arisanti di Ginyar untuk pelayanan saraf,  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mangusada di Badung untuk pusat trauma, dan RSUD Bali Mandara di Denpasar untuk pelayanan kanker terpadu.

“Sedang menyusun regulasinya, tahun ini. Nantinya mereka akan menjadi satu sistem layanan yang baik, termasuk layanan informasi dan marketting,” paparnya dalam acara temu media sebagai bagian dari kunjungan kerja Menteri Kesehatan Nila. F Moeloek di Bali, Selasa (23/4).

Baca juga: Gianyar Jadi Kota Kerajinan Dunia

Wakil Gubernur Provinsi Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, yang turut hadir dalam acara itu, menyampaikan terdapat layanan yang berbalut pengobatan tradisional seperti spa, akupuntur, dan yoga bagi lansia asing. Tetapi, masih sebagian kecil yang terstandar atau mendapatkan sertifikasi dari dinas kesehatan.

Dari 3.200 praktik layanan tradisional yang tersebar di seluruh Bali, hanya 10% yang sudah terstandarisasi atau terdaftar di dinas kesehatan provinsi dan berpraktik sebagai penyehat tradisional.

"Pengobatan tradisional bisa menjadi data tarik dan pendapatan daerah tapi harus terstandar untuk bisa berpraktik," ucapnya.

Salah satu fasilitas kesehatan yang sering dikunjungi warga negara asing (WNA) untuk berobat ialah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara di Denpasar, Bali.

Sejak berdiri pada 2017 lalu hingga 2018, terdapat 2.335 pasien mancanegara yang berobat di rumah sakit tersebut.

Direktur Utama RSUD Bali Mandara Gede Bagus Darmayasa menuturkan RSUD Bali Mandara merupakan salah satu RS yang berlokasi di kawasan strategis yang sering dilalui tamu mancanegara. Karena itu, pihaknya juga ingin agar rumah sakitnya mampu mendapatkan standar akreditasi internasional.

"Kami sedang persiapan dan sedang disurvei akreditasi agar bisa lulus akreditasi paripurna sebelum maju untuk standar internasional. Banyak sekali yang harus disiapkan," ungkap Darmayasa.

Kendala yang dihadapi, tuturnya, kelengkapan sarana dan prasarana seperti bangunan, alat kesehatan serta termasuk kesiapan sumber daya manusia yang profesional.

Diutarakan Darmayasa, saat ini, RSUD Bali Mandara banyak melayani  pasien program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Apabila ingin memberi pelayanan bagi warga negara asing, pembiayaan kesehatan bagi WNA harus diperhatikan yakni membuka kerja sama dengan asuransi kesehatan global. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya