Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 56 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, sudah siap menggelar ujian nasional yang akan digelar mulai Senin (22/4) depan.
Dari 56 SMP itu, 43 di antaranya akan menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan 13 lainnya menggelar ujian nasional berbasis kertas pensil (UNKP).
"Untuk UNBK, kami sudah melakukan simulasi sebanyak dua kali dan perangkat keras seperti laptop, komputer, dan server bekerja dengan baik. Semoga tidak ada kendala di hari H," kata Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Robby Ndun, di Kupang, Sabtu (20/4) petang.
Robby mengatakan, pasokan listrik dan jaringan internet tidak ada kendala.
Baca juga: Orang Suruhan Kepala Desa di Jeneponto Aniaya Petugas KPPS
"Kami juga sudah bersurat ke PT PLN dan PT Telkom sejak dua minggu lalu, dan mereka sudah siap memberikan pelayanan optimal," ujarnya.
Selain itu, naskah ujian disimpan di posko ujian SMP di SMP Negeri 3 Kupang, dijaga aparat keamaman.
Adapun peserta UNBK SMP di Kota Kupang sebanyak 6.632 orang berasal dari 16 sekolah negeri dan 27 sekolah swasta, sedangan peserta UNKP berjumlah 914 orang terdiri dari empat sekolah negeri dan sembilan sekolah swasta. (OL-1)
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
SEMBILAN puluh hari setelah banjir melanda Aceh, beberapa anak kembali duduk di bawah tenda biru yang difungsikan sebagai ruang kelas darurat.
Penundaan ini murni merupakan langkah taktis untuk menjaga stabilitas anggaran di tengah pemotongan dana transfer dari pusat.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
DALAM dunia yang kian terhubung dan kompleks, keberagaman bukan lagi sekadar realitas sosial, melainkan juga sebuah keniscayaan historis dan antropologis.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved