Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo berjanji akan memberi hadiah bagi siapa saja yang bisa mengolah dan memanfaatkan sampah plastik, khususnya bekas banner/spanduk alat Peraga Kampanye (APK) menjadi barang yang bisa dipakai, siap pakai dan unik serta menarik.
Janji Ganjar itu disampaikan saat kunjungan kerja di Pendopo Rumah Dinas Bupati Brebes, Senin (15/4). Dalam kesempatan tersebut, Ganjar mengampanyekan kembali tentang pengurangan sampah plastik.
"Pemerintah daerah mempunyai peran penting pada masyarakat tentang edukasi pengurangan sampah plastik," ujar Ganjar.
Dia mencontohkan, kalau bekas APK biasa didaur ulang menjadi tas belanja yang bisa digunakan untuk belanja ibu-ibu di pasar atau barang lainnya.
"Segera kirim ke saya atau posting di Instagram dan kasih hastag Ganjar Pranowo, saya kasih waktu satu minggu, mulai dari hari ini," imbuhnya.
Untuk sepuluh orang terbaik pengirim hasil karyanya, lanjut Ganjar, akan diberi hadiah berupa uang tunai Rp20 juta dari kantong pribadinya. Pesertanya juga bukan hanya orang Pulau Jawa, tetapi juga bisa dari luar Pulau Jawa.
"Saya tunggu nanti hasil karyanya seperti apa. Masyarakat Brebes juga jangan mau kalah dan harus ikut berpartisipasi, siapa tahu dapat rejeki
dari saya," ucapnya sembari tersenyum.
Ganjar mendorong sampah-sampah yang terkumpul bisa diolah, didaur ulang kembali sehingga memiliki nilai jual bagi masyarakat.
"Mari, kita dorong untuk mengurangi sampah plastik dan mengelolanya dengan baik," ajaknya.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, Wakil Bupati Brebes Narjo dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Brebes. Tak ketinggalan, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat se-Kabupaten Brebes, Kepala Desa se-Kabupaten Brebes, Kelompok Tani, pelaku UMKM dan juga tamu undangan penerima bantuan Gubernur Jawa Tengah 2019.
Baca juga: Limbah APK di Jakut akan Didaur Ulang
Dalam kesempatan yang sama, Ganjar juga memberikan banyak bantuan. Idza menyampaikan telah banyak bukti program bantuan yang diberikan Provinsi Jawa Tengah ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastuktur, serta bantuan sosial.
"Sejalan dengan program pembangunan Pemkab Brebes, masih fokus di sektor pendidikan, salah satunya menggenjot program gerakan kembali bersekolah (GKB). Program tersebut sangatlah penting guna keberlangsungan pendidikan bagi generasi muda. Untuk dapat terus melanjutkan sekolah dan menjadi generasi penerus bangsa yang unggul," ujar Idza.
Bupati menyebut di sektor kesehatan, masalah yang masih dihadapi saat ini, seperti stunting. Walau angka kasus stunting di Kabupaten Brebes mulai turun. Namun, terus berupaya dengan berbagai usaha untuk menekan kasus stunting agar menurun, hilang dan tidak terjadi lagi.
"Sarana prasarana kesehatan juga telah dibenahi. Tidak hanya itu, jaminan sosial kesehatan masyarakat juga telah dilakukan," terang Idza.
Menurut bupati, terkait kesejahteraan sosial masyarakat, Pemkab Brebes telah merampungkan program keluarga harapan (PKH), serta pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH). Hal itu menjadi keseriusan Pemkab Brebes karena melihat jumlah RTLH yang mencapai 173 ribu.
"Sebanyak 1.600 unit RTLH 2019 dilakukan perbaikan atau rehab guna mengurangi jumlah RTLH yang ada," pungkasnya.(OL-5)
Meningkatnya penggunaan aplikasi keuangan digital di Indonesia diikuti oleh risiko kejahatan siber yang semakin kompleks.
PT Pegadaian mengimbau seluruh nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber yang belakangan semakin marak
Minecraft adalah permainan yang dikenal dengan pembaruan terus-menerus yang membawa fitur baru, perbaikan, dan peningkatan gameplay.
Penertiban ini dilakukan sebagai langkah menciptakan suasana yang tertib dan damai,
Tim gabungan, dari Satpol PP, KPU, Bawaslu, dan Polresta Yogyakarta, menurunkan alat peraga kampanye (APK) di wilayah Kota Yogyakarta memasuki masa tenang
Memasuki masa tenang, Bawaslu dan KPU Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, melakukan kegiatan pembersihan alat peraga kampanye (APK) pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024
Sampah harus dikelola dikawasannya, karena organiknya besar, 80% sampai 90%,
Aktivis LBH Keadilan mendesak Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Banten untuk tidak menerima putusan begitu saja dan segera menyatakan banding.
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved