Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ABRAR Azis menerima keputusan pemberhentian dirinya selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pariaman, Sumatra Barat.
"Saya percaya Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) memiliki pertimbangan yang adil dan bijak," ujar Abrar, Kamis (11/4).
Abrar diberhentikan sebagai Ketua KPU Pariaman oleh DKPP setelah dinyatakan terbukti melanggar kode etik perilaku penyelenggara pemilu.
"Menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian tetap dari jabatan ketua kepada teradu (Abrar Azis) selalku Ketua KPU Kota Pariaman," demikin bunyi amar putusan DKPP.
Baca juga: DKPP Berhentikan Ketua KPU Pariaman Karena Bertemu Dahnil Anzhar
Dijelaskan, Abrar diproses di DKPP terkait temuan Bawaslu Kota Pariaman atas dugaan tidak netral karena makan malam bersama Dahnil Anzar Simanjuntak yang juga juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Dia juga tidak menampik pertemuan dengan Dahnil. "Pertemuan tersebut spontan. Saya tahu bahwa Bang Dahnil ada di Pariaman setelah mengisi acara di Milad (Muhammadiyah) di Pasaman. Jadi saya ditelepon teman-teman Muhammadiyah. Spontan saja, karena saya sudah berteman lama dengan Dahnil. Jadi kami makan. Hampir tak ada yang serius dibicarakan karena Dahnil sibuk mengurusi fans-fansnya. Berfoto berbincang. Dengan saya dan teman yang lain tak banyak yang dibicarakan," jelas Abrar.
Dengan pemberhentian itu, otomatis kekosongan posisi Ketua KPU Pariaman. "Kita sedang menunggu arahan KPU RI untuk melakukan pleno penggantian ketua. Kemungkinan dalam minggu ini," bebernya. (X-15)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved