Rabu 03 April 2019, 16:15 WIB

Bawaslu Sukabumi Sidangkan 24 Dugaan Pelanggaran Pemilu 2019

Benny Bastiandy | Nusantara
Bawaslu Sukabumi Sidangkan 24 Dugaan Pelanggaran Pemilu 2019

MI/Benny Bastiandy
Sekretaris tim sukses caleg Icuk Sugiarto, Timan Sutiman (kanan), menjalani sidang pelanggaran administratif Pemilu 2019.

 

BADAN Pengawas Pemilu Kota Sukabumi menyidangkan sebanyak 24 kasus dugaan pelanggaran administratif Pemilu, Selasa (2/4). Bentuk dugaan pelanggarannya mayoritas soal pemasangan alat peraga kampanye (APK) di tempat yang tak diperbolehkan.

"Kebanyakan dugaan pelanggaran dilakukan caleg DPR serta DPRD provinsi dan kota. Kalau untuk caleg DPD dan capres juga ada, tapi masing-masing hanya satu kasus. Mereka memasang APK pada reklame berbayar," kata Ketua Bawaslu Kota Sukabumi, Ending Muhidin, Rabu (3/4).

Caleg yang diduga melanggar pemasangan APK itu berasal dari sejumlah partai politik. Namun dari hasil persidangan, lanjut Ending, 4 kasus di antaranya dinyatakan tidak bersalah

"Empat kasus yang dinyatakan tidak bersalah itu ada yang sudah dicopot APK-nya pada reklame berbayar dan ada juga yang memang tidak memenuhi unsur pelanggaraan," tutur Ending.

Sedangkan 20 kasus dugaan pelanggaran lainnya dinyatakan bersalah, karena pelanggaran administratif. Bentuk sanksinya kepada para pelanggar yakni segera mencopot atau membersihkan APK mereka.

"Bentuk sanksinya sesuai dengan permintaan pihak terlapor yakni Panwaslu kecamatan di tempat APK itu dipasang. Kami juga merekomendasikan pencopotan APK itu ke Satpol PP," jelas dia.

Baca juga: Bawaslu: Belum Ditemukan Pelanggaran Selama Kampanye Terbuka

Selain temuan Panwaslu, dugaan pelanggaran pemasangan APK bukan pada tempatnya juga berasal dari laporan masyarakat. Ending mengapresiasi pengawasan partisipatif dari masyarakat.

"Kami akan menindaklanjuti setiap laporan dugaan pelanggaran Pemilu," pungkasnya.

Ketua KPU Kota Sukabumi, Sri Utami, mengingatkan seluruh peserta pemilu tidak sembarangan memasang APK. Terutama di zona merah yang telah disepakati harus steril dari APK.

"Patuhi aturan itu. Jangan memasang APK di zona merah. Kalau di tempat lainnya, silakan," kata Sri.

Zona merah di Kota Sukabumi tersebar di beberapa titik, seperti di Bundaran Tugu Adipura, Tugu Ridho Galih, Bundaran SMAK BPK Penabur, Bundaran Toserba Tiara, Taman Kota Sukabumi, Jalan R Syamsudin SH, Lapang Merdeka, Perintis Kemerdekaan, Ahmad Yani, Pertigaan Pendopo Sukabumi, Bundaran Bank CIMB Niaga, Ir H Juanda, dan Ciwangi. Termasuk di Jalan Bhayangkara di sekitar Setukpa Lemdikpol.

Penentuan zona merah merupakan hasil koordinasi dengan jajaran Pemkot Sukabumi. Apabila ada yang membandel dengan memasang APK di tempat-tempat yang sudah dilarang tersebut, maka akan direkomendasikan ditertibkan ke Bawaslu dan Satpol PP.

"Seharusnya peserta pemilu telah mengetahui aturan tersebut. Hasil koordinasi itu sudah ditembuskan ke peserta pemilu," pungkasnya.(OL-5)

 

Baca Juga

Antara

KAI Siap Operasikan Kereta Api Makassar-Parepare

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Januari 2023, 21:05 WIB
Saat ini, kereta api perintis lintas Makassar-Parepare sedang dalam tahap uji coba. Layanan tersebut merupakan bentuk pemerataan...
Medcom

Kasus Kekerasan Terhadap Balita Usia 2 Tahun Di NTT Viral

👤Palce Amalo 🕔Senin 30 Januari 2023, 20:49 WIB
AKSI kekerasan terhadap seorang balita kembali terjadi. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa...
Mi/Benny Bastiandy

Elemen Massa Gabungan Pertanyakan Penanganan Pascagempa Cianjur

👤Benny Bastiandy/Budi Kansil 🕔Senin 30 Januari 2023, 20:39 WIB
ELEMEN massa gabungan mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Cianjur Menggugat (AMCM) bertemu dengan Bupati Cianjur Herman Suherman di Ruang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya