Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN orang dari berbagai daerah di Jawa Tengah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi pendidikan kepolisian baik Akademi Polisi (Akpol), Sekolah Calon Bintara (Secaba), maupun Sekolah Calon Tamtama (Catam) 2019.
Pada Minggu (24/3), ribuan calon anggota kepolisian yang akan mulai masuk pendidikan Polri baik Akpol, Secaba, maupun Catam pada Agustus mendatang, segera mengikuti serangkaian kegiatan seleksi dan dikumpulkan di halaman Polda Jawa Tengah untuk mendapatkan pengarahan dan pembekalan.
Sejak pagi, ribuan calon anggota seleksi calon anggota Polri yang mengenakan baju putih dan bawahan hitam berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, terlihat serius mendengarkan arahan awal setelah sebelumnya melakukan pendadtaran 5-23 Maret 2019 baik melalui sistem daring maupun langsung di masing-masing Polres.
Baca juga: BRI Ajari Milenial Soal Investasi
Dari data yang ada, jumlah pendaftar yang mendaftar melalui Polda Jateng secara daring sebanyak 9.181 orang baik untuk pendidikan Akpol, Bintara, maupun Tamtama, sebanyak 6.166 orang telah terverifikasi sedangkan kuota yang bakal diterima untuk Polda Jateng sebanyak 736 orang.
Kepala Biro SDM Polda Jateng Kombes Agoes Soejadi Soepraptono mengatakan pendaftaran dan penerimaan calon perwira, bintara dan tamtama Polri dari mulai sejak awal dilaksanakan srcara terbuka, hal ini untuk menghindari terjadinya KKN dalam penerimaan anggota Polri.
Untuk dapat menumbuhkan kepercayaan dalam seleksi calon anggota kepolisian, kata Agoes, Polri bertekat melaksanakan dari sejak awal pendaftaran, seleksi, pendidikan hingga pelantikan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
"Tidak ada pungutan biaya apapun dalam penerimaan anggota Polri ini. Jika ada yang melakukan pengutan atau memberikan sesuatu segera laporkan dan kami akan tindak tegas," kata Agoes. (OL-2)
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tetap tabah dalam menjalankan tugas meskipun kerap menjadi sasaran serangan serta kritik tajam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved