Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, mengemukakan pasukan TNI masih bersiaga di lokasi penembakan di Kabupaten Nduga, Papua. Insiden tersebut sebelumnya menyebabkan 3 prajurit yang sedang mengamankan proyek pembangunan infrastruktur Trans Papua, gugur.
Menurut dia, pengamanan tetap dilakukan, termasuk melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB), pelaku penembakan pimpinan Egianus Kogoya. Mengenai penebalan pasukan, hal itu rencananya dilakukan dalam waktu dekat.
"Sampai saat ini situasi kondusif. Mengenai pengamanan, kita akan tetap melakukan upaya penegakan hukum," ujar Aidi ketika dihubungi Media Indonesia, Sabtu (9/3) malam.
Baca juga: Ribuan Warga Iringi Pemakaman Sertu Mirwariyadin di Bima
Ia menambahkan, TNI melalui Kodam XVII masih fokus pada pergeseran pasukan untuk pengamanan dan pengerjaan jembatan yang akan dibangun di jalur Trans Papua.
"Tadi pagi juga kita melaksanakan proses embarkasi, ada 600 prajurit tiba dari Makassar ke Timika. Pasukan itu akan didorong untuk mengamankan dan mengerjakan 21 titik jembatan."
Aidi mengaku pihaknya tetap mengejar para pelaku yang diduga masih bersembunyi di dalam hutan. Namun, upaya itu mengalami kendala lantaran 32 distrik di Kabupaten Nduga sulit dijangkau dengan angkutan darat.
"Intinya, kita tidak mungkin kalah bertempur dengan mereka. Kita bisa jatuh korban karena mereka memanfaatkan kelengahan dan menyerang secara tiba-tiba, lalu kabur ke hutan. Mungkin saja setelah dikejar, mereka sembunyikan senjata dan membaur dengan masyarakat," katanya. (OL-1)
Kelima warga itu sebelumnya berangkat ke Papua pada 14 Februari 2026 untuk bekerja dalam proyek pembangunan yang dijanjikan oleh seorang mandor.
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved