Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM petugas gabungan berhasil mengevakuasi seluruh anak buah kapal (ABK) KM Fomosa 12 yang tenggelam di Perairan Pulau Lambak, Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara, Selasa (5/3) pagi.
"Semua ABK yang jumlahnya 19 orang itu berhasil dievakuasi. Saat ini mereka lagi dimintai keterangan di Polair Pulau Tello," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, kepada wartawan di Medan, Sumatra Utara, Rabu (6/3).
Sejauh ini, berdasarkan keterangan para nelayan, KM Formosa 12 tenggelam karena cuaca buruk.
"Penyebab sementara karena terjangan badai, namun masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.
Baca juga: Korban Banjir Bandang dan Longsor Terima Bantuan
Kepala SAR Nias Tonggor Gultom mengakui cuaca di kawasan itu buruk. Gelombang laut mencapai 1.7 meter dengan cuaca hujan ringan.
Dia menyebutkan ada 20 ABK yang di kapal motor itu. Belakangan ternyata satu orang tidak berangkat.
"Satu orang tidak ikut. Jadi total 19 yang berangkat," ucapnya.
KM Formosa 12 tenggelam di Perairan Pulau Pini Wilayah Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara, Selasa (5/3) pukul 05.30 WIB.
"Mereka sempat meminta bantuan kepada kapal nelayan yang berada sekitar. Namun, cuaca buruk dan gelombang tinggi membuat kapal ini hilang kontak dan sempat tidak diketahui keberadaannya," ujar Tatan. (OL-2)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved