Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menjanjikan penataan bagi semua kampung atau permukiman nelayan tepi air yang berada di seluruh wilayah Indonesia.
"Ini katakan kampung nelayan yang sudah 3 tahun kita kerjakan tidak hanya di Bengkulu saja. Ada di Tegal, Jawa Tengah, dan Pontianak. Kurang lebih hasilnya seperti ini. Ini belum ada 20% baru 10%-an lebih," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau Kampung Sumber Jaya Kota Bengkulu, Jumat (15/2).
Dalam kunjungannya ke Kampung Nelayan Sumber Jaya, Jokowi menyempatkan untuk mampir ke beberapa rumah nelayan dan berdialog singkat dengan nelayan-nelayan setempat.
Warga yang tinggal di kawasan itu antusias menyambut kedatangan Presiden dan berteriak memanggil Presiden Jokowi, serta beberapa dari mereka mendapatkan kesempatan untuk bersalaman dan berfoto bersama Presiden.
Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan akan mengembangkan kawasan serupa di seluruh kampung nelayan di Indonesia berikut sertifikat hingga sarana dan prasarana di dalamnya.
Khusus untuk Kampung Nelayan Sumber Jaya, Bengkulu, kondisinya tampak tertata rapi namun belum sepenuhnya sarana terbangun sempurna.
"Sertifikat belum diselesaikan, fasilitas umum belum, rumah-rumah yang lain belum nanti kalau rampung benar baru. Setelah dimulai penataan rumah-rumah lebih tertata lebih bersih. Nelayan jadi bisa bersandar. Nanti coba kita tunjukkan di Pontianak dan Tegal," katanya.
Baca juga: Lagi, 23 Nelayan Aceh Ditangkap di Myanmar
Ia mengaku sampai saat ini masih ada persoalan dengan Pelindo terkait lahan tetapi Presiden berjanji akan segera dirampungkan.
"Pulang langsung saya urus. Ini masih 70-an. Yang belum 800-an. Masih banyak. Paling enggak kita ada prototype dan penataan kampung nelayan. Kalau sudah benar dikoreksi betul baru seluruh kampung nelayan digarap seperti ini," katanya.
Penataan kawasan permukiman nelayan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dengan prinsip peningkatan kualitas kawasan permukiman dengan tidak mengubah pola permukiman yang ada untuk membatasi/mengendalikan perkembangan kawasan tersebut.
Selain itu prioritas penyediaan sarana prasarana infrastruktur bersifat fleksibel terhadap peruntukan fungsi lahan dengan tidak menyentuh bangunan hunian.
Reorientasi kampung menghadap sungai dalam rangka menjaga kawasan dengan penataan pola aksesilibitas kawasan.
Peningkatan kualitas infrastruktur permukiman dengan penyediaan RTH sebagai wadah aktivitas sosial dan penunjang ekonomi warga. (OL-3)
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
HARGA ayam dan komoditas cabai merah keriting di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menjelang Ramadan 2026 terpantau mengalami kenaikan.
Disnakeswan Provinsi Bengkulu, telah menyalurkan sebanyak 19.400 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat ke sepuluh kabupaten/ kota yang ada sebagai upaya pencegahan wabah pada hewan ternak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, mendapatkan sebanyak 1.172 unit Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026.
Virus Nipah dapat ditularkan melalui hewan, salah satunya kelelawar, yang kerap mengonsumsi buah-buahan di alam terbuka.
Ternak yang terserang tersebut, tersebar ditiga kecamatan yakni Tanjung Kemuning, sebanyak 83 ekor, Padang Guci Hilir, 6 ekor dan Luas, 42 ekor.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved