Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA uji coba perubahan lalu lintas di kawasan Malioboro, Yogyakarta akan direalisasikan dalam waktu dekat yaitu ditargetkan
sebelum pelaksanaan Pemilu 2019, setelah sempat ditunda pada akhir 2018.
"Ya tetap diteruskan. Ini masih terus dirapatkan karena sebelumnya ada penataan organisasi perangkat daerah (OPD). Sekarang rapat untuk itu terus intensif dilakukan. Yang pasti, uji coba tahun ini. Dilakukan sebelum Pemilu," kata Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto
Raharjo di Yogyakarta, Kamis (31/1).
Salah satu fokus kajian dalam penyusunan rencana uji coba perubahan arus lalu lintas kawasan Malioboro adalah usulan warga agar Jalan Mataram tetap dijadikan sebagai jalur dua arah dan tidak perlu diubah menjadi satu arah seperti rencana uji coba.
"Ada permintaan dari warga agar Jalan Mataram tetap dua arah dengan alasan warga yang tinggal di kawasan tersebut keberatan jika harus memutar terlalu jauh. Maka dari itu, tim terus melakukan kajian sebelum memutuskan pilihan apa yang akan diterapkan," katanya.
Sedangkan untuk rencana perubahan arus lalu lintas di ruas jalan lain, lanjut Sigit, tetap sesuai dengan rencana awal yaitu membuat Malioboro sebagai sebuah bundaran besar dengan arus lalu lintas berlawanan arah jarum jam.
Sesuai rencana awal, Jalan Suryotomo hingga Jalan Mataram dijadikan sebagai jalan satu arah ke utara, sedangkan Jalan Pasar Kembang menjadi jalan searah ke barat. Jalan Gandekan Lor hingga Jalan Bhayangkara atau simpang tiga PKU Muhammadiyah menjadi jalan
searah ke selatan.
Baca juga: Seorang Wisatawan Malioboro Kena Petasan Nyasar
Khusus Jalan Malioboro, Jalan Pangeran Senopati dan Jalan KH Ahmad Dahlan tidak mengalami perubahan arus lalu lintas. "Jalan Malioboro juga tidak akan ditutup untuk kendaraan bermotor. Sehingga, jika ada rencana pembangunan fisik di sekitar Jalan Malioboro tetap bisa dijalankan. Akses kendaraan untuk material juga tetap bisa masuk," katanya.
Penutupan Jalan Malioboro dari berbagai jenis kendaraan bermotor atau diterapkan sebagai kawasan semi pedestrian secara penuh baru akan dilakukan jika seluruh fasilitas dan kondisi di kawasan tersebut mendukung, di antaranya pintu DPRD DIY di sisi timur dan sirip-sirip Jalan Malioboro sudah bisa digunakan untuk manuver kendaraan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Muhammad Zandaru Budi mengatakan, tengah menyelesaikan kajian untuk manajemen lalu lintas di sirip-sirip Jalan Malioboro.
"Karena kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk Jalan Malioboro, maka kendaraan harus bisa bermanuver di sirip-sirip jalan yang ada di sepanjang Jalan Malioboro. Namun, jalan sirip ini tidak terlalu lebar, sehingga dibutuhkan rekayasa," katanya.
Rekayasa yang bisa diterapkan, lanjut dia, adalah dengan normalisasi simpang, pembelian lahan untuk manuver kendaraan, atau dengan memberikan batasan dimensi kendaraan yang boleh melewati sirip-sirip
jalan.
"Untuk beberapa ruas jalan tertentu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat penataan yaitu keberadaan parkir dan pedagang. Pemerintah DIY pun sudah menyiapkan lokasi parkir, yaitu di Jalan Beskalan, eks Bioskop Indra atau Jogja Planning Gallery yang akan dibangun di bekas kantor Dinas Pariwisata DIY," katanya.
Sedangkan untuk kebutuhan rambu lalu lintas guna mendukung uji coba perubahan lalu lintas kawasan Malioboro, Zandaru mengatakan sudah siap dan tinggal menunggu arahan dari Pemerintah DIY. (OL-7)
PT KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat peningkatan penumpang dan penjualan tiket angkutan Lebaran 2026 yang terus berlangsung hingga tengah malam nanti.
Bosan dengan opor? Coba resep Brongkos Yogyakarta legendaris favorit Sultan. Inovasi susu evaporasi bikin kuah lebih gurih, creamy, dan 0% kolesterol!
HOTEL Kimaya Sudirman Yogyakarta by Harris semakin menancapkan pengaruhnya di dunia hospitality. Lewat tangan dingin, Djoni Tatinggulu selaku General Manager, Kimaya Yogyakarta
Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Munawir untuk memperkuat spiritual kader selama Ramadan.
STOK sejumlah bahan pangan utama di Kota Yogyakarta tercatat surplus menjelang Lebaran 2026. Pasokan beras mencapai sekitar 2.770 ton per minggu.
BERDASARKAN hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah kedatangan pemudik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 8,2 juta orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved