Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
STASIUN Geofisika Banjarnegara, Jawa Tengah mengingatkan masyarakat yang ada di wilayah setempat untuk mewaspadai peningkatan curah hujan selama sepekan ke depan.
"Pada dasarian tiga, 21 hingga 31 Januari, seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara berpeluang terjadi curah hujan dengan kriteria tinggi 151 - 300 milimeter," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie, di Banjarnegara, Rabu (23/1).
Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan mengalami peningkatan dibandingkan dasarian satu dan dasarian dua sebesar 101 - 150 milimeter. Pihaknya telah menyosialisasikan hal tersebut kepada para pemangku kepentingan yang ada di Banjarnegara.
Dia menjelaskan peningkatan curah hujan dikhawatirkan meningkatkan potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, hingga
puting beliung.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak panik namun harus selalu waspada terhadap terjadinya bencana hidrometeorologis seperti
banjir, tanah longsor, dan juga puting beliung," katanya.
Baca juga: Curah Hujan Tinggi Paksa Petani di Malang Raya Panen Dini
Ia menjelaskan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke sejumlah wilayah di Tanah Air termasuk di Jawa Tengah.
Bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun dingin Asia beserta hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi.
"Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagian Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT," katanya.
Karena itu BMKG mengingatkan bahwa kewaspadaan masyarakat diperlukan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.
"Terlebih lagi sejumlah wilayah di Banjarnegara merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor sehingga perlu kesiapsiagaan masyarakat," katanya. (OL-7)
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meninjau dan mengevaluasi penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak longsor Bandung Barat.
Peristiwa longsor Bandung Barat tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata di sekitar lokasi longsor Bandung Barat, kejadian itu diawali suara gemuruh keras.
HINGGA Sabtu, (24/1) siang, sebanyak 82 orang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa longsor di Kampung Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Pada 1 hingga 25 Januari 2026 telah terjadi sebanyak 58 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka dengan 2.253 warga dan 716 rumah yang terdampak.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pada hari ketiga, petugas kembali menemukan sembilan body pack yang diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Bandung Barat selama dua hari berturut-turut memicu pergeseran tanah skala besar.
Dalam peristiwa ini, terdapat dua orang tertimpa pohon tumbang saat melintas menggunakan sepeda motor. Korban mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
WAKIL Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan lahan milik Perhutani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved