Selasa 22 Januari 2019, 19:44 WIB

Curah Hujan Tinggi Paksa Petani di Malang Raya Panen Dini

Bagus Suryo | Nusantara
Curah Hujan Tinggi Paksa Petani di Malang Raya Panen Dini

MI/Bagus Suryo

 

PUNCAK musim hujan yang ditandai dengan tingginya intensitas curah hujan berpotensi besar merusak tanaman sayur mayur di Kabupaten Malang dan Kota Batu, Jawa Timur.

Hujan yang hampir saban hari mengguyur wilayah setempat juga membuat harga sayur anjlok lantaran petani serempak memanen dini guna menghindari kerugian.

Akibatnya, pasokan menjadi melimpah di pasar. Hal itu masih ditambah daya beli konsumen menurun.

"Harga sayur mayur hampir semua komoditas turun," tegas petani jagung dan bawang merah, Kuswandi, warga Beji, Kota Batu, kepada Media Indonesia, Selasa (22/1).

Kuswandi rutin menjual hasil panennya ke pasar sayur Karangploso, Kabupaten Malang. Sejak beberapa hari belakangan, barang dagangannya tidak cepat terjual. Hal sama juga dirasakan pedagang lainnya.

Kondisi itu terkadang memaksa para pedagang membuang sayur yang rusak karena tidak diserap oleh konsumen.

Baca jugaBanjir Rendam Seribu Hektare Sawah di Banyumas

"Lihat saja aktivitas di pasar sekarang, sepi pembeli. Kondisi seperti ini merata dirasakan semua pedagang. Daya beli konsumen sedang menurun," katanya.

Anjloknya harga sayur mayur itu dibenarkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Sayur Karangploso Sugeng Kusyairi Anwar.

"Saat petani menanam bronkol (bunga kol) sudah bagus, tapi waktu menjelang panen diguyur hujan. Sayur dibawa ke pasar jadi cepat membusuk. Sayur kalau kena hujan gak tahan lama," kata Sugeng. 

Hal serupa juga terjadi di UPT Subterminal Agrobisnis (STA) Pasar Mantung, Malang, harga sejumlah komoditas mengalami penurunan. 

Staf Informasi Harga STA Pasar Mantung, Didik, mengatakan selama puncak musim hujan, pasokan sayur mayur juga meningkat drastis.

"Pasokan sayur biasanya hanya 50 ton per hari, sekarang meningkat 75 ton sampai 80 ton per hari," ungkapnya.

Stok sayur yang melimpah itu membuat harga turun, diantaranya kubis dijual Rp8.000 per kg dari sebelumnya Rp10.000 per kg. 

Harga wortel turun dari Rp9.000 per kg jadi Rp7.500 per kg. Sawi putih dijual Rp1.000 per kg dari sebelumnya Rp4.000 per kg.

"Sayur banyak yang rusak. Terutama hujan pada malam hari berpengaruh sangat besar, membuat sayur membusuk karena kadar airnya tinggi. Apalagi di tingkat petani, hujan meningkatkan risiko terserang hama dan penyakit," tutur Didik. (OL-8)

Baca Juga

MI/Widjajadi

Alumni Akabri 89 Bhakti Sosial Bagi 10 Ribu Paket Sembako di Solo

👤Widjajadi 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 17:05 WIB
Ada sebanyak 10 ribu paket sembako yang akan dibagikan untuk warga terdampak Covid-19 di Kota Solo dan Kabupaten...
MI/Martinus Solo

Dharma Wanita Kabupaten Maybrat Bagikan 346 Sembako di 24 Distrik

👤Martinus Solo 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 16:44 WIB
Ketua Dharma Wanita Maybrat, Irene Saa, ST, MSi, mengatakan pelaksanaan kunker kali ini merupakan progam kerja rutin Dharma Wanita...
MI/Bagus Suryo

Malang Berstatus Zona Merah, Warga Masih Suka Nongkrong

👤Bagus Suryo 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 15:55 WIB
Petugas gabungan langsung membubarkan warga yang masih nongkrong sampai larut malam. Dalam operasi tersebut, 134 orang diminta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya