Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT diminta untuk waspada terhadap minuman dan obat-obatan tradional yang berdar luas yang kadang bisa membahayakan kesehatan. Masyarakat harus mengantisipasi sekaligus berhat-hati jika menemukan makanan, minuman dan obat-obatan yang membahayakan tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala BPOM Provinsi Jawa Tengah, Syafriansyah, saat menjadi nara sumber dalam acara bertajuk "Komunikasi Informasi dan Edukasi" yang digelar BPOM Semarang bersama tokoh msyarakat, di gedung Korpri Brebes, Senin (22/1).
Syafriansyah menyebut saat ini memang masih marak adanya peredaran makanan, minuman dan obat-obatan yang membahayakan kesehatan masyarakat luas.
"Jadi, harus berhati-hati dan di antisipasi apabila menemukan makanan, minuman dan obat-obatan yang membahayakan masyarakat luas," ujarnya.
Baca juga: Caleg DPR RI Gandeng Adik Ahok untuk Raih Kemenangan
Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani yang juga menjadi nara sumber meminta pemerintah baik provinsi, kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa untuk lebih menggalakkan sosialisasi pentingnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Kami juga tak bosannya mengimbau masyarakat agar memilih dengan teliti apabila membeli makanan dan minuman. Jangan karena tergiur dengan harga yang murah, lantas mengabaikan kesehatannya," ujar Dewi Aryani.
Menurut anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan IX, yang meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal itu hampir wilayah di seluruh Indonesia marak dengan perederan makanan, minuman dan obat-obatan yang ilegal dan membahayakan kesehatan masyarakat.
"Pemerintah Daerah harus bisa lebih proaktif dan bila perlu melakukan inspeksi mendadak ke pasar-pasar tradisional maupun toko obat-obatan. Selain itu, juga perlu adanya pemberian edukasi mengenai BPOM, karena menjadi tanggung jawab bersama," tegas DeAr, sapaan akrab Dewi Aryani. (OL-3)
BPOM melakukan pengawasan terhadap pangan takjil melalui pengujian cepat menggunakan rapid test kit, 108 sampel (2%) tidak memenuhi syarat.
Pengawasan ini merupakan upaya preventif pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan publik selama bulan suci.
BPOM perketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis karena risiko keamanan pangan. Sepanjang 2024 tercatat 138 KLB keracunan.
BPOM mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.
BPOM mencatat, suplemen ilegal dapat berasal dari pabrik-pabrik tersembunyi yang beroperasi di tengah permukiman padat dengan kondisi yang jauh dari standar Cara Pembuatan yang Baik (CPB).
TPID bersama Satgas Pangan bertugas menjamin kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok penting, sambil aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved