Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA korban hanyut akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Barru, Sulawesi sudah ditemukan tidak jauh dari rumahnya, di Dusun Pacciro, Kelurahan Takkalasi Kecamatan Balusu, Sabtu (29/12) pagi dalam kondisi meninggal dunia.
Kedua korban tersebut yaitu Muhammad, 53 dan anak kandungnya, Sulfia, 14, ditemukan oleh Tim SAR gabungan di empang milik Amir. Mereka terseret arus pada Jumat (28/12) saat mencari ikan di pinggir sungai.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Barru, AKBP Burhaman, menjelaskan kronologis kejadian. Menurutnya, keduanya mencari ikan sejak pukul 04.30 Wita. Namun kemudian turun hujan deras.
"Pada saat lelaki Muhammad ingin pulang ke rumahnya bersama anaknya dengan cara membopong anaknya di atas pundaknya, pada saat itu anak Muhammad yaitu perempuan Sulfia terjatuh dan Muhammad ingjn menolong, namun ikut terjebak dalam arus," jelasnya.
Baca juga: Seorang Warga Tewas Terseret Banjir di Kabupaten Barru Sulsel
Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan untuk mencari keduanya, tetapi baru ditemukan pada hari ini, sekitar 40 meter dari lokasi mereka terseret arus.
Burhaman menambahkan, kedua korban sudah diotopsi oleh tim media Puskesmas Madello, Kecamatan Balusu, Barru. Jenazah keduanya akan dimakamkan pada hari ini.
"Secara umum banjir sudah surut namun di persawahan masih terlihat genangan air dan arus lalu lintas sudah normal," pungkasnya. (OL-3)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved