Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN calon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum unggul telak di Kota Bandung dalam Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018. Kandidat nomor urut 1 ini meraih 51,2% jauh meninggalkan tiga pesaingnya.
Hal ini terungkap dalam rekapitulasi penghitungan manual yang dilakukan Komisi Pemilihan Kota Bandung, di Hotel Papandayan, Bandung, Kamis (5/7) malam.
Selain menghitung perolehan suara Pemilu Gubernur Jawa Barat, KPU Kota Bandung pun merekapitulasi suara untuk Pemilu Wali Kota Bandung 2018.
Dalam penghitungan hingga larut malam itu, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum unggul dengan meraih 656.090 (51,2%) suara, jauh meninggalkanSudrajat-Ahmad Syaikhu di posisi kedua yang memperoleh 359.267 (28,1%).
Posisi ketiga diduduki Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang mendapat 153.323 (12%). Sementara pasangan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan berada di peringkat keempat karena hanya mengantongi 111.190 (8,7%).
Berdasarkan hasil paparan raihan suara dari Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK), pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum unggul di seluruh kecamatan di Kota Bandung.
Meski harus bersaing ketat dengan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, pasangan yang diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem), PPP, PKB, dan Hanura ini berhasil unggul telak di sejumlah kecamatan.
Sebagai contoh, di Kecamatan Batununggal, Ridwan-Uu yang disingkat Rindu ini meraih 32.480 suara, jauh meninggalkan Sudrajat-Ahmad Syaikhu atau sering disebut Asyik yang mendapat 16.692.
Hal serupa terjadi di Kecamatan Sukajadi yakni Rindu meraih 28.778 suara, sedangkan Asyik hanya 13.203. Di Kecamatan Lengkong, Rindu meraih 18.502 suara disusul Asyik yang dipilih oleh 11.078 pemilih.
Adapun di Kecamatan Cinambo, pasangan Rindu meraih 6.616 suara disusul Asyik dengan raihan 3.684.
Sementara itu, untuk Pemilu Wali Kota Bandung 2018, pasangan Oded M. Danial-Yana Mulyana Suparjo unggul telak mengalahkan 2 pesaing lainnya.
Pasangan yang disingkat Oya ini meraih 634.682 (50,1%), unggul telak atas Yossi Irianto-Aries Supriatna yang meraih 330.730 (26,1%), dan Nurul Qomaril Arifin-Chairul Yaqin Hidayat yang mendapat 301.418 (23,8%).
Adapun jumlah suara sah pemilu ini mencapai 1.266.830, sedangkan yang tidak sahnya 39.042.
Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Alimubarok merasa bersyukur karena perhelatan demokrasi di wilayahnya ini berjalan lancar. Selain terbebas dari gangguan keamanan dan persoalan lainnya, dia pun merasa gembira karena angka partisipasi pemilih mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Pada pemilu kepala daerah serentak 2018 ini, warga Kota Bandung yang menyalurkan suara untuk pemilihan gubernur dan wali kota mencapai 78,12%. Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang mencapai 1,6 juta, menurutnya terdapat 1,3 juta warga yang menyalurkan suaranya.
"Kami sangat bersyukur karena ada peningkatan yang cukup signifikan. Kalau 2013 kan hanya 60,47%," katanya. (OL-3)
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved