Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENANGAN pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) pada Pilgub Jabar 2018 berdasarkan hasil hitung cepat sementara (quick count) diyakini pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Cianjur akan membawa perubahan besar pada Pemilu 2019.
Utamanya mendongrak perolehan kursi di DPRD Kabupaten Cianjur yang ditargetkan sebanyak 15 kursi.
"Insya Allah kemenangan pasangan Rindu akan semakin membawa nama besar NasDem di Kabupaten Cianjur. Pada 2019, insya Allah target 15 kursi bisa maksimal," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai NasDem Kabupaten Cianjur, Agus Ishaq, kepada Media Indonesia, Kamis (28/6).
Bukan keniscayaan target raihan 15 kursi di DPRD Kabupaten pada 2019 nanti bisa tercapai. Pasalnya semua komponen partai besutan Surya Paloh itu terus bergerak di Cianjur.
"Kami terus lakukan safari politik ke semua wilayah di Cianjur. Kita menggerakkan semua komponen," ujar Eyang, sapaan akran Agus Ishaq.
Pada periode 2014-2019, Partai NasDem Kabupaten Cianjur hanya menempatkan satu kursi di DPRD Kabupaten Cianjur. Namun di bawah nakhoda Tjetjep Muchtar Soleh yang nota bene pernah menjabat bupati Cianjur dua periode, jumlah perolehan kursi DPRD ditarget sebanyak 15 kursi.
"Kuncinya kita mengutamakan semangat dan kebersamaan untuk meraih kemenangan," pungkasnya.
Ketua Tim Gabungan Pasangan Rindu Kabupaten Cianjur, Jimmi Perkasa Has, mengatakan unggulnya pasangan Rindu hasil hitung cepat sementara menjadi sebuah semangat baru membangun Jawa Barat umumnya dan Kabupaten Cianjur khususnya. Soliditas tim, kata Jimmi, merupakan kunci unggulnya pasangan Rindu.
"Saya atas nama ketua tim gabungan Rindu Kabupaten Cianjur mengucapkan terima kasih atas kerja keras para tim dan para relawan Rindu khususnya serta masyarakat Cianjur umumnya yang telah memberikan dukungan dan pilihan kepada pasangan Rindu," kata Jimmi.
Optimistisnya Ketua DPC PPP Kabupaten Cianjur itu tak terlepas program yang diusung pasangan Rindu pada prinsipnya bersinergis dengan program yang sedang berjalan di Kabupaten Cianjur di bawah kepemimpinan duet Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman.
Agus memapatkan, dari sembilan program yang menjadi visi dan misi pasangan Rindu, salah satunya akan memerhatikan keberadaan pondok pesantren. Sinergitasnya dengan Kabupaten Cianjur yang dikenal kota santri dan religius tentu akan saling berkaitan. Pemprov Jabar akan lebih memerhatikan baik dari segi infrastruktur, siswa, dan lainnya.
"Insya Allah dengan kemenangan ini dan setelah dilantiknya nanti pasangan Rindu, program itu akan direalisasikan sebagai perubahan mendasar bagi Jawa Barat lebih baik," tandasnya. (OL-3)
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved