Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nomor urut satu, Nurdin Halid terkejut melihat hasil quick count dari beberapa lembaga riset yang menunjukkan dirinya dan Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) kalah dari pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS). Pasalnya, berdasarkan perhitungan mereka sendiri, untuk sementara ia dan Aziz unggul telak dibandingkan tiga pesaingnya, termasuk NA-ASS.
Sejumlah lembaga merilis elektabilitas NH-Azis terpaut jauh dengan NA-ASS. Salah satunya Celebes Research Center (CRC), pasangan nomor urut 3, NA-ASS unggul 42,69%, disusul NH-Aziz 26,35%, lalu IYL-Cakka 21,56%, dan terakhir Agus-Tanribali 9,39%.
"Ya intinya quick count itu bukanlah final perhitungan suara. Final penghitungan resmi tentunya ada pada keputusan KPU. Tapi ya memang mengejutkan saya, kalau selisih yang dipertontonkan itu besar, padahal sebulan terakhir survei independen menempatkan kita di urutan pertama," urai Nurdin Halid.
Menurutnya, dalam beberapa hasil survei pada rentang sebulan sampai sepekan sebelum pemilihan, mereka selalu unggul. Olehnya itu, kalau pun ada perubahan signifikan di lapangan, ia memperkirakan, selisih suaranya tidak akan terpaut jauh.
"Jadi kalaupun dalam satu bulan mereka bekerja masif merebut hati rakyat, selisihnya tidak akan sampai sebesar ini, sampai 8-10%," tuturnya.
Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar itu mengatakan, hasil tersebut berbeda dengan hasil quick count tim internal mereka yang menyatakan mereka menang telak, meski baru menghitung 20% data. Hasil akhir quick count tim mereka, menurutnya, akan bisa terlihat pada pukul 21.00-22.00 WITA.
"Ya nanti setelah itu barulah kita bisa mengambil sikap," tegasnya.
Sementara itu, penghitungan perolehan suara Pilgub Sulsel sudah selesai di TPS 01/ ORW 01, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini. TPS ini, merupakan tempat pencoblosan calon gubernur Sulsel, Nurdin Halid. Hasilnya, pasangan nomor urut 1, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar unggul dengan memperoleh 96 suara.
Sedangkan pasangan Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman 82 suara. Pasangan nomor urut 2, Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo (Agus-Tanribali) meraih 38 suara. Terakhir, pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) 27 suara. Pemilih yang datang menggunakan hak suaranya di TPS ini sebanyak 240 dari total DPT sebanyak 394. Terdapat 4 surat suara yang dinyatakan tidak sah. (OL-5)
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved