Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas hasil hitung cepat Pilkadar Jawa Barat 2018 yang menyatakan dirinya bersama Uu Ruzhanul Ulum keluar sebagai pemenang. Meski begitu, Emil mengaku tidak mau terlarut dalam euforia kemenangan versi hitung cepat ini.
Dia mengajak para pendukungnya untuk tidak merayakan hasil ini sebelum ada pernyataan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang penghitungan suara.
"Sambil menunggu penghitungan formal, saya melarang euforia. Tidak boleh ada pawai. Tidak boleh mendahului," katanya di hadapan seribuan pendukung dan tim sukses yang hadir di Hotel Papandayan, Bandung, Rabu (27/6).
Emil pun melarang pendukungnya mengeluarkan komentar-komentar negatif terutama yang sifatnya mengejek kandidat lain. "Jangan lakukan komentar di sosmed yang berlebihan. Jangan mengejek, jangan mem-bully, karena itu adalah akhlak pasangan RINDU," katanya seraya memastikan pihaknya tidak melakukan kampanye negatif selama masa kampanye.
Akan tetapi, menurutnya hasil hitung cepat tidak akan jauh berbeda dengan hitung nyata yang akan dilakukan KPU dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, dia meminta timnya untuk terus mengawal penghitungan nyata di KPU.
"Mohon dikawal proses yang belum formal ini, agar tidak ada dinamika dalam hitungan ke depan. Kita belum tahu reaksi atau penerimaan dari pihak-pihak lain yang berbeda," katanya.
Di akhir pidatonya, Emil mengungkapkan keyakinannya akan kemenangan ini. "Sampai berjumpa di sebuah tempat yang namanya Gedung Sate," katanya.
Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang juga Ketua DPWPartai NasDem Provinsi Jawa Barat Saan Mustopa memastikan pihaknya akan mengawal penghitungan nyata di KPU. "Kita akan tetap menunggu KPU. Kita akan mengawal suara, sampai KPU menetapkan," ujarnya.
Saan pun menyatakan optimismenya bahwa penghitungan KPU tidak akan jauh berbeda dengan hasil hitung cepat. "Akan kita ikuti semua tahapan proses di KPU. Kita akan kawal terus agar apa yang ditetapkan tidak berbeda. Saya optimis, hasil quick count tidak terlalu berbeda," tegasnya. (OL-5)
Selama korupsi kepala daerah hanya dipandang sebagai kasus sporadis tanpa menyentuh akar permasalahan, praktik lancung ini akan terus berulang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved