Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya menangkap dua orang yang diduga terlibat pembunuhan terhadap seorang tenaga kesehatan di kamar kontrakan, Jalan Setia II Gang H Enting RT 04/006, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Kepala Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Abdul Rahim, mengatakan kedua pelaku berinisial AR dan AA ditangkap di sebuah warung di Kampung Pasir Nungkuh, Cianjur, Jawa Barat.
"Hingga kini, polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku secara intensif," ujar Abdul Rahim dalam keterangan Sabtu (7/2).
Korban, NHW (31), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, ditemukan tewas pada Rabu (4/2) di kamar kontrakannya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan penemuan jenazah bermula dari kecurigaan rekan kerja korban, SR.
"Sejak Senin (2/2), korban seharusnya masuk kerja, tetapi tidak ada kabar dan telepon seluler korban juga tidak dapat dihubungi," terang Budi, Jumat (6/2).
Curiga, SR kemudian mendatangi rumah kontrakan korban dan menghubungi pemilik kontrakan untuk membuka kamar bersama-sama. Saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi terlentang, ditutupi selimut, dengan kondisi tubuh membengkak dan menghitam.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum dan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Polisi segera melakukan penyelidikan setelah penemuan korban. Dalam penyelidikan, petugas berhasil melacak dan menangkap dua terduga pelaku, AR dan AA, di Cianjur. Polisi masih menelusuri keterlibatan masing-masing pelaku.
"Kami akan mendalami peran mereka secara menyeluruh," kata Abdul Rahim. (AK/I-1)
Polda Metro Jaya mengerahkan 1.810 personel dan menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional untuk mengamankan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Jakarta.
Menurut dia, proses penegakan hukum atas kasus ini yang ditangani Polda Metro Jaya merupakan langkah positif.
Kontras mendesak pembentukan TGPF untuk mengusut tuntas serangan sistematis terhadap Andrie Yunus dan membongkar aktor intelektual di balik teror ini.
Polisi mengungkap jejak pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Rekaman CCTV menunjukkan aksi dilakukan secara terencana sejak awal.
Polda Metro Jaya identifikasi dua terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, BHC dan MAK. Polisi sebut total pelaku diduga lebih dari 4 orang.
Polisi ungkap identitas eksekutor penyiraman air keras Andrie Yunus (Kontras) berinisial BHC dan MAK lewat rekaman CCTV asli tanpa rekayasa AI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved