Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara memastikan bahwa AS,22,tersangka pembunuhan satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dalam kondisi sadar dan tidak mengalami gangguan jiwa berat. AS diduga membunuh satu keluarga,
Kepastian ini didapat setelah penyidik menerima hasil pemeriksaan psikologis formal dari terduga pelaku pembunuhan di Warakas, Jakarta Utara.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantongi visum et repertum sebagai salah satu alat bukti kuat dalam perkara pembunuhan di Warakas.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan psikiater, tidak ditemukan gejala gangguan jiwa berat pada diri tersangka," ujar Onkoseno di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (6/2).
Meski dinyatakan sehat secara mental untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum, tim dokter menemukan adanya pola kepribadian tertentu pada tersangka. S dinilai memiliki mekanisme penyelesaian masalah yang tidak adaptif atau tidak wajar,
"Tersangka memiliki dorongan agresivitas dan kecakapan mental dalam mempertahankan argumen atas perbuatannya. Hal ini yang kemudian memicu tindakan nekat tersebut," kata Onkoseno.
Onkoseno mengatakan atas perbuatan diduga melakukan pembunuhan di Warakas, AS ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 459 KUHP dan atau Pasal 467 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 76C jo Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
"Untuk pembunuhan berencana 15 tahun, untuk pasal pembunuhan 15 tahun, untuk pasal perlindungan anak," tandas dia terkait ancaman pidana perkara pembunuhan di Warakas. (H-4)
Di kalangan masyarakat luas, zat ini dikenal sebagai rodentisida atau racun tikus.
Motif di balik aksi nekat tersebut ditengarai akibat sakit hati yang mendalam.
Korban yang sedang berdiri di dalam bus awalnya mengira cairan yang mengenai pakaian bagian belakangnya berasal dari pendingin udara (AC).
Polisi menyebut tiga korban satu keluarga yang ditemukan tewas di kontrakan Warakas, Jakarta Utara, mengeluarkan busa dari mulut. Penyebab kematian masih diselidiki.
Polres Metro Jakarta Utara menyelidiki dugaan keracunan makanan yang menewaskan tiga penghuni kontrakan di Jalan Warakas. Polisi masih melakukan olah TKP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved