Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Jakarta Utara mengerahkan personel gabungan mengangkut seribu karung lumpur di Kali Betik, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, untuk mencegah banjir.
"Dalam kegiatan kerja bakti grebek lumpur petugas berhasil mengangkut sekitar 25 meter kubik sedimen atau setara dengan 1.000 karung lumpur," kata Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) Kecamatan Koja, Slamet Riyanto di Jakarta Utara, Jumat (30/1).
Rencananya, pengerukan dilakukan sepanjang kurang lebih 1.100 meter dengan kedalaman antara 1,5 hingga 2 meter dan lebar sekitar lima meter. Apabila pengerjaan belum rampung, kegiatan pengerukan akan dilanjutkan pada keesokan harinya hingga seluruh saluran selesai dibersihkan.
Slamet mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke kali maupun saluran air karena dapat menyebabkan penyumbatan dan meningkatkan risiko terjadinya banjir.
"Kami berharap warga dapat menjaga hasil kerja bakti ini dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan tetap bersih dan potensi banjir dapat diminimalkan," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Rawa Badak Utara Ester Laura Kartini mengatakan, grebek lumpur melibatkan sebanyak 80 petugas gabungan dari unsur Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Lingkungan Hidup (LH), Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan unsur masyarakat.
"Grebek lumpur difokuskan di wilayah RW 03, 07, 08, dan 09, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara," ujar Ester.
Menurutnya, kerja bakti ini merupakan agenda rutin kelurahan bersama pihak kecamatan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus pengendalian banjir.
"Meski, berlangsung di tengah cuaca gerimis, seluruh unsur yang terlibat tetap bersemangat dan kompak melaksanakan kerja bakti grebek lumpur. Hal ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat," kata dia,
Selain melakukan pengerukan sedimen lumpur dan sampah di aliran Kali Betik, kata dia, petugas juga mengangkut sampah yang berada di dalam kali maupun di lingkungan permukiman warga.
Kegiatan tersebut tidak hanya berdampak positif terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
"Saya berharap kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat agar saluran air dapat berfungsi secara optimal. Kegiatan seperti ini tentu akan terus dilakukan secara berkelanjutan," ujar Ester. (Ant/P-3)
Salah satu pedagang di sekitar lokasi, Rizal mengaku banjir telah merendam area lingkar luar Jakarta ini sejak Minggu (8/3).
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Pengamat tata kota Yayat Supriyanta menilai banjir Jakarta tidak hanya dipicu curah hujan tinggi, tetapi juga menunjukkan melemahnya sistem pengendalian banjir.
BANJIR yang berulang hampir setiap tahun itu kembali memicu sorotan berbagai pihak, salah satunya terkait minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah ibu kota pada Minggu (8/3) dipicu curah hujan ekstrem.
Temukan jawaban ilmiah mengapa Kemang dan Mampang Prapatan menjadi langganan banjir. Analisis topografi, sejarah, hingga progres normalisasi 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved