Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Hadapi Ancaman Banjir, Modifikasi Cuaca Dinilai Jadi Solusi Terbaik bagi Jakarta

Basuki Eka Purnama
20/1/2026 10:37
Hadapi Ancaman Banjir, Modifikasi Cuaca Dinilai Jadi Solusi Terbaik bagi Jakarta
Ilustrasi--Warga melintasi banjir yang menggenangi Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (18/1/2026).(MI/Usman Iskandar)

KOMISI A DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengambil langkah taktis dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. 

Anggota Komisi A, Manuara Siahaan, menyatakan bahwa teknologi modifikasi cuaca (TMC) merupakan instrumen paling krusial untuk mengantisipasi tingginya curah hujan yang dapat memicu banjir di Ibu Kota.

Menurut Manuara, di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, modifikasi cuaca bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan prioritas utama. 

Hal ini sejalan dengan peringatan dini yang telah dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Salah satu metode yang paling utama yang bisa mengatasi (curah hujan tinggi) adalah modifikasi cuaca. Sampai dengan saat ini inilah pilihan yang terbaik," ujar Manuara di Jakarta, Senin (19/1).

Ia menekankan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta harus bertindak responsif. Sebagai instansi yang membidangi permasalahan bencana, BPBD dituntut mampu membaca dan menganalisa data prakiraan cuaca dari BMKG secara mendalam. 

Akurasi analisis ini sangat penting agar eksekusi modifikasi cuaca dapat dilakukan pada momentum yang tepat dan efektif meredam potensi bencana di Jakarta.

Manuara menilai pemanfaatan teknologi ini merupakan bentuk ikhtiar manusia dalam memitigasi risiko alam. 

"Pilihan melakukan modifikasi cuaca adalah pilihan yang tepat karena cuaca ini adalah kuasa alam, kuasa Tuhan, manusia ini diberikan kecerdasan, pengetahuan, kemampuan untuk sedikit merubah itu," tambahnya.

Selain aspek teknis, Manuara juga menggarisbawahi pentingnya transparansi. Ia meminta Pemprov DKI untuk bersikap terbuka kepada publik mengenai operasional modifikasi cuaca yang tengah dilakukan. 

Keterbukaan informasi ini bertujuan agar masyarakat mengetahui dan memahami berbagai upaya preventif yang telah diupayakan pemerintah dalam melindungi warganya dari ancaman bencana alam.

Di sisi lain, kolaborasi lintas lembaga juga menjadi sorotan. Manuara mengapresiasi kerja sama antara Pemprov DKI dengan TNI Angkatan Udara dalam operasi ini. 

Keterlibatan militer dinilai tidak hanya meningkatkan kapabilitas operasional, tetapi juga mampu menekan biaya sehingga anggaran daerah dapat digunakan secara lebih efisien.

"Pelibatan Angkatan Udara di situ menurut saya sudah sangat tepat. Memenuhi unsur efisiensi dan efektivitas dan pelibatan kelembagaan secara tanggung jawab bersama," pungkasnya.

Dengan integrasi data yang akurat, transparansi publik, dan kolaborasi antarlembaga, modifikasi cuaca diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga Jakarta dari dampak buruk musim hujan tahun ini. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya