Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Genjot Cakupan Air Bersih, Tirta Asasta Depok Bidik 130 Ribu Pelanggan di 2026

Kisar Rajagukguk
13/1/2026 17:14
Genjot Cakupan Air Bersih, Tirta Asasta Depok Bidik 130 Ribu Pelanggan di 2026
Kantor PT Tirta Asasta Kota Depok .(MI/Kisar Rajagukguk)

PERUSAHAAN Umum Daerah (Perumda) PT Tirta Asasta Kota Depok, Jawa Barat, memasang target ambisius untuk menambah lebih dari 10 ribu sambungan baru air bersih pada tahun 2026. Langkah ini diambil guna meningkatkan cakupan layanan air bersih di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk di Kota Depok.

Direktur Utama PT Tirta Asasta Kota Depok, Muhammad Olik Abdul Holik, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah pelanggan tetap tercatat sekitar 120 ribu. Dengan penambahan jaringan secara masif, perusahaan optimistis dapat menembus angka 130 ribu pelanggan tahun ini.

"Tantangan kami di 2026 meningkatkan pelanggan menjadi 130 ribu. Saat ini PT Tirta Asasta telah memiliki kurang lebih 120 ribu pelanggan tetap," kata Olik di Depok, Selasa (13/1).

Pembangunan Jalur Distribusi Utama
Olik menjelaskan bahwa perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke. Saat ini, permintaan air bersih paling tinggi berasal dari lima wilayah, yakni Kecamatan Cinere, Limo, Bojongsari, Sawangan, dan Tapos.

Guna merespons permintaan tersebut, PT Tirta Asasta akan membangun Jalur Distribusi Utama (JDU) yang kemudian disambungkan melalui pipa retikulasi ke rumah-rumah warga.

"Nantinya, air bersih JDU akan disalurkan ke pelanggan-pelanggan baru melalui pipa retikulasi," ujar Olik.

Selain jalur JDU, pihaknya juga menjalankan program jalur optimalisasi bagi wilayah yang sudah memiliki jaringan eksisting. Strategi ganda ini diharapkan mampu mengakselerasi jumlah sambungan baru secara signifikan.

"Target 10 ribu lebih bisa kita kejar. Tapi, kita harus meminimalisir kendala yang bisa menyebabkan hilangnya pelanggan, jangan sampai jumlah pelanggannya makin berkurang," ucapnya.

Rasio Cakupan Layanan
Meski menunjukkan pertumbuhan positif, Olik mengakui cakupan layanan air bersih di Depok masih perlu ditingkatkan. Dengan jumlah penduduk mencapai 2,3 juta jiwa, rasio pelanggan saat ini baru menyentuh angka 22,4%.

"Cakupan layanan air bersih di kita masih 22,4% atau 120 ribu dari 2,3 juta jiwa penduduk Kota Depok," imbuh Olik.

Saat ini, pelanggan tertinggi masih didominasi wilayah dengan pemukiman padat dan klaster perumahan seperti Kecamatan Sukmajaya, Beji, dan Cimanggis. Sementara itu, wilayah lain seperti Cilodong dan Pancoran Mas yang mayoritas adalah pemukiman lingkungan menjadi target pengembangan berikutnya.

Menutup keterangannya, Olik menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan dan loyalitas pelanggan lama di samping mengejar target pasar baru.

"Yang sudah kita pegang jangan di lepas, ditambah harus meningkatkan jumlah pelanggan yang lain. Ini kunci yang harus kita pegang. Perlu kerjasama seluruh karyawan," pungkasnya. (KG/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya