Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Inisiatif Warga Lubangi Turap Jadi Bumerang, Genangan di Rawa Buaya Kian Parah

Golda Eksa
13/1/2026 16:38
Inisiatif Warga Lubangi Turap Jadi Bumerang, Genangan di Rawa Buaya Kian Parah
Ilustrasi .(Antara)

SUKU Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat mengungkapkan fenomena warga yang nekat melubangi sheetpile atau turap kali menjadi salah satu pemicu kian parahnya banjir di sejumlah titik. Inisiatif warga yang bermaksud mempercepat pembuangan air genangan justru berbalik menjadi ancaman saat debit air sungai meningkat.

Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, menjelaskan kasus ini jamak ditemukan di pemukiman padat, salah satunya di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng. Warga secara mandiri membuat lubang pada turap sebagai jalur buangan air dari lingkungan ke kali.

"Terutama untuk yang di Rawa Buaya, ini ada celah-celah sheetpile kali di pemukiman itu yang memang dibolongin oleh warga karena warga itu perlu untuk buangan air (genangan banjir)," kata Purwanti saat meninjau pengerukan Kali Sepak, Kembangan, Selasa (13/1).

Risiko Aliran Balik
Purwanti menekankan bahwa lubang-lubang buatan tersebut membuat fungsi turap sebagai penahan luapan air kali menjadi tidak optimal. Saat level air di kali lebih tinggi dari permukaan daratan di pemukiman, air justru mengalir masuk melalui lubang tersebut (fenomena backwater).

Kondisi inilah yang menyebabkan wilayah pemukiman terendam lebih lama dan lebih dalam, meskipun turap secara konstruksi sudah dibangun cukup tinggi untuk menahan luapan.

"Begitu kalinya tinggi (naik), pasti backwater (aliran balik) kan, air kali akan masuk ke permukiman," ujar Purwanti.

Edukasi Saluran Lingkungan
Merespons temuan tersebut, Sudin SDA Jakarta Barat telah melakukan koordinasi intensif dengan jajaran pengurus RT dan RW di wilayah terdampak. Masyarakat diminta untuk mengandalkan saluran air lingkungan yang ada tanpa harus merusak konstruksi turap sungai.

Purwanti mengingatkan bahwa pembuangan air yang benar seharusnya melalui pintu air atau saluran yang telah terintegrasi secara teknis, sehingga aliran dapat dikendalikan saat debit kali meningkat.

"Jadi, tidak membobol kali karena memang kalau, misalnya pada saat kali itu surut, mereka akan mengalir dari saluran warga ke kali," pungkas Purwanti. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik