Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang masih menggenangi Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, hingga Senin (12/1) malam diakibatkan naiknya permukaan air Kali Mookevart.
Hal diperparah dengan keadaan "sheetpile" atau turap yang memiliki celah atau bocor di sejumlah titik.
"Karena air Kali Mookervartnya tinggi. Jadi air kali keluar dari celah-celah 'sheetpile'," kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Purwanti Suryandari saat dikonfirmasi di Jakarta.
Sepanjang hari ini Jakarta memang turun hujan dengan intensitas tinggi. "Saat ini kondisi intensitas hujan sudah di atas kemampuan Infrastruktur kita. Curah hujan di atas 150 sudah masuk curah hujan ekstrem," katanya.
Sejumlah titik ruas Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, yang masih terendam genangan banjir pada Senin malam menyebabkan kemacetan lalu lintas bertambah parah.
Pantauan pada pukul 18.00 WIB, genangan air merendam sepanjang Jalan Daan Mogot mulai dari area Halte Jembatan Gantung hingga mengarah ke Halte Jembatan Baru.
Genangan paling tinggi sekitar 20 sentimeter (cm) berada di depan Mitsubishi Daan Mogot, terutama di sisi kiri jalan.
Sementara itu, di sisi kanan jalan, ketinggian air terlihat sudah mulai surut karena kondisi jalan yang lebih tinggi.
Akibatnya, para pengguna jalan memilih untuk berkendara di sisi kanan jalan untuk menghindari genangan yang lebih dalam.
Kemacetan kendaraan di satu sisi jalan ini berdampak pada tersendatnya arus lalu lintas hingga menyebabkan kemacetan panjang terjadi di sepanjang Jalan Daan Mogot.
Kemacetan setidaknya terjadi hingga 4 kilometer (km) mulai dari area depan SMK Telkom hingga ke depan Rusun Pesakih. Laju kendaraan roda dua, roda empat, truk logistik hingga bus TransJakarta tersendat.
Bahkan, antrean kendaraan tersebut sempat nyaris tidak bergerak sama sekali selama beberapa kali akibat penyempitan lajur yang terjadi karena para pengendara menghindari sisi kiri jalan.
Petugas dari Suku Dinas (Sudin) SDA bersiaga di lokasi dan telah mengoperasikan pompa untuk mengalirkan air ke Kali Mookervart.
Namun, tingginya debit air membuat Jalan Daan Mogot masih tergenang meski hujan telah berhenti sejak Senin siang. (12/1)
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
Lurah Rawa Buaya, Junaidi mengatakan, hingga kini satu kepala keluarga (KK) dengan dua perempuan, satu laki-laki dan satu bayi berusia dua bulan masih mengungsi di Pos RW 01.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved