Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia berupaya untuk menanggulangi terjadinya banjir di wilayah Jabodetabek. Hal itu berkaitan dengan tingginya intensitas hujan pada 2020 yang diprakirakan akan mencapai puncaknya pada Maret mendatang.
Kepala Sub Direktorat Perencanaan Sungai dan Pantai Kementerian PUPR, Bambang Heri Mulyono, mengungkapkan pemerintah akan melakukan upaya pengelolaan tata air dari dari hilir ke hulu.
Baca juga: KPU Depok Optimis Tahapan Pilwakot Sesuai Rencana
"Daerah hulu kami lebih pada menahan air di atas dan mengatur air kehilir memperhatikan kapasitas air," kata Bambang di Jakarta, Jumat (28/2).
Adapun, di titik tengah, pihaknya akan membangun waduk kolam retensi dan sumur resapan.
"Kami akan membuat sodetan di hilir Ciliwung yang akan bisa membelokkan titik banjir sebanyak 60 meter kubik untuk diteruskan ke kanal banjir timur. Itu akan mengurangi debit banjir 11-12%" ungkapnya.
Berdasarkan pemantauan Kementerian PUPR, banjir besar yang melanda Jabodetabek pada 2020 ini lebih banyak disebabkan oleh cuaca ekstrem, meluapnya air sungai, hingga sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Untuk itu, diharapkan dengan upaya tersebut masalah banjir dapat terurai.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Miming Saepudin, menuturkan pihaknya memprediksi puncak musim penghujan akan terjadi pada Maret 2020 di sebagian besar wilayah Indonesia.
"Untuk maret 2020, beberapa wilayah kondisi hujan masih ada kondisi menengah dan tinggi. Sumatera intensitas tinggi 100-300 meter kubik masih. Jawa mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, itu tinggi. Untuk itu, pengelolaan banjir harus sejalan dengan pengelolaan kekeringan untuk menjaga ketahanan air pada saat musim kemarau," tandasnya. (OL-6)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Jasad korban ditemukan oleh petugas gabungan di Kali Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (18/1) sore.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
AKIBAT terdampak banjir, KAI Daop 8 Surabaya menerapkan rekayasa operasi perjalanan kereta api, salah satunya dengan kembali membatalkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh hari ini.
Permintaan modifikasi cuaca tersebut didasari kekhawatiran banjir akan meluas di empat kecamatan di Kota Pekalongan.
BMKG mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Nokaen dan bibit siklon tropis 96s yang memicu peningkatan curah hujan serta gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan.
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Menunda membersihkan sepeda motor usai kehujanan dapat memicu timbulnya jamur hingga korosi pada bagian-bagian vital.
Pengecekan telah dilakukan secara menyeluruh terhadap kesiapan pompa stasioner maupun cadangan di titik-titik rawan.
Penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial.
BMKG merilis peringatan dini cuaca Jakarta Senin, 12 Januari 2026. Waspada potensi hujan petir dan angin kencang di Jaksel dan Jaktim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved