Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Polemik Anggaran 100 Miliar Bongkar Tiang Monorel Jakarta dan Faktanya

Media Indonesia
12/1/2026 16:36
Polemik Anggaran 100 Miliar Bongkar Tiang Monorel Jakarta dan Faktanya
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berpamitan kepada wartawan seusai melakukan audiensi pencegahan korupsi di lingkungan Pemprov DKI dengan pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (16/10/2025(MI/Usman Iskandar.)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memberikan klarifikasi terkait isu anggaran jumbo sebesar Rp100 miliar yang dialokasikan untuk pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said. Pramono menegaskan bahwa angka tersebut bukan merupakan biaya operasional peruntuhan beton semata, melainkan paket lengkap penataan kawasan.

Pernyataan ini muncul menyusul kritik dari sejumlah pengamat dan anggota DPRD DKI Jakarta yang menilai biaya pembongkaran tiang tersebut terlalu fantastis. Pramono menjelaskan bahwa proses fisik pembongkaran tiang sebenarnya hanya memakan sebagian kecil dari total anggaran yang disiapkan dalam APBD 2026.

Bukan Hanya Bongkar Tiang

Menurut Pramono, anggaran Rp100 miliar tersebut mencakup revitalisasi total infrastruktur di sepanjang koridor Rasuna Said sisi timur. Hal ini meliputi perbaikan badan jalan, pembangunan trotoar ramah disabilitas, pembaruan sistem pencahayaan jalan (PJU), hingga penataan saluran air yang selama ini terhambat oleh fondasi tiang mangkrak.

"Jangan disalahartikan seolah-olah satu tiang biayanya miliaran. Anggaran itu untuk penataan kawasan secara menyeluruh agar Rasuna Said kembali cantik dan fungsional. Kalau hanya bongkar tiangnya saja, hitung-hitungannya jauh di bawah itu," ujar Pramono di Jakarta, Senin (12/1).

Strategi Tanpa Tutup Jalan

Selain soal anggaran, Pemprov DKI Jakarta juga telah mematangkan strategi eksekusi yang akan dimulai pada Rabu, 14 Januari 2026. Dinas Bina Marga dipastikan akan bekerja pada waktu jendela (window time) malam hari untuk meminimalisir gangguan lalu lintas.

Pramono menjamin tidak akan ada penutupan jalan protokol selama proses berlangsung. Alat berat akan ditempatkan di lajur lambat, sementara lajur cepat tetap dibuka untuk kendaraan. Skema ini diambil berdasarkan kajian teknis agar mobilitas pekerja di kawasan perkantoran Kuningan tidak lumpuh.

Pihak kepolisian dari Ditlantas Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan personel untuk mengatur arus lalu lintas di titik-titik krusial. Pembongkaran ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan di kawasan tersebut hingga 18 persen setelah seluruh material beton dibersihkan. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik