Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

DPRD DKI Dorong Pencabutan Bansos bagi Keluarga Pelaku Tawuran

Media Indonesia
03/1/2026 16:32
DPRD DKI Dorong Pencabutan Bansos bagi Keluarga Pelaku Tawuran
Sejumlah warga Manggarai terlibat bentrok dengan warga Jalan Tambak di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.(ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

SEKRETARIS Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengevaluasi, bahkan mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggota keluarganya terlibat sebagai pelaku tawuran.

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menekan maraknya tawuran di Jakarta. Menurut Justin, tawuran merupakan perilaku yang mudah menular dan membutuhkan peran aktif keluarga dalam pencegahannya.

"Tawuran ini adalah perilaku yang menular. Karena itu, setiap keluarga harus berperan aktif untuk memastikan anggotanya tidak menjadi pelaku tawuran," kata Justin dikutip dari Antara, Sabtu (3/1). 

Ia menuturkan, awal tahun 2026 dibuka dengan gelombang tawuran yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta dalam dua hari terakhir. Beberapa lokasi yang tercatat menjadi titik tawuran antara lain Manggarai, Klender, dan Ciracas.

Justin menilai kejadian tersebut tidak terlepas dari lemahnya peran keluarga dalam mendidik anak atau anggota keluarganya agar tidak terlibat dalam aktivitas negatif.

Untuk itu, ia mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sosial (Dinsos) melakukan evaluasi secara menyeluruh, bahkan bila memungkinkan mencabut bantuan sosial bagi keluarga yang anggota keluarganya terbukti menjadi pelaku tawuran.

"Pemprov DKI perlu menunjukkan ketegasan. Masalah ini sudah terjadi berulangkali dan semakin larut tanpa adanya serangkaian solusi konkret yang bisa menyelesaikannya secara tuntas," ujarnya.

Justin menambahkan, selama ini masih banyak keluarga yang bersikap abai terhadap perilaku anggota keluarganya karena tidak adanya konsekuensi yang tegas bagi pelaku tawuran.

Ia menyoroti praktik penanganan yang kerap terjadi, di mana para pelaku yang diamankan aparat hanya dikembalikan kepada orang tuanya tanpa efek jera.

Bahkan, tidak jarang para pelaku yang diamankan hanya dikembalikan kepada keluarga mereka dengan seremoni berpelukan dan berurai air mata semata.

"Bansos ini adalah keringat rakyat Jakarta. Sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang tidak berpartisipasi menjadi warga Jakarta yang baik," katanya.

Polisi Gunakan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran Manggarai

Sebelumnya, Kepolisian menggunakan gas air mata untuk membubarkan tawuran yang melibatkan warga Gang Tuyul RW 04 dan warga RW 012 di Terowongan Manggarai, Jalan Dr Soepomo, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/1) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

"Iya pakai gas air mata biar cepat bubar," kata Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKBP Murodih.

Murodih menjelaskan, penggunaan gas air mata dilakukan tidak hanya untuk membubarkan aksi tawuran, tetapi juga demi menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mengganggu pengguna jalan.

"Biar cepat bubar dan tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan," katanya.

(Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya