Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Soal Tawuran Manggarai, Pramono Menduga Ada yang Sengaja Benturkan

Mohamad Farhan Zhuhri
05/1/2026 19:02
Soal Tawuran Manggarai, Pramono Menduga Ada yang Sengaja Benturkan
Tawuran Manggarai.(Dok. Antara)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi soal aksi tawuran yang terjadi di awal tahun 2026, salah satunya terjadi di Manggarai, Jakarta Selatan. Ia menjalankan, telah mendapat laporan dari Wali Kota Jakarta Selatan M. Anwar terkait peristiwa tawuran Manggarai tersebut. 

Berdasarkan penelusuran internal Politikus PDIP itu menduga terdapat pihak tertentu yang sengaja memicu aksi tawuran Manggarai tersebut.

"Memang kami ingin mendalami terlebih dahulu. Dulu kan memang saya sudah ke sana juga. Kami menduga memang ada yang membenturkan. Tetapi nanti secara spesifik saya minta untuk Pak Wali Kota yang menjelaskan," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (5/1). 

Selain itu, terdapat usulan dari DPRD DKI Jakarta untuk mencabut penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada keluarga pelaku tawuran. Namun, Pramono mengaku belum mempertimbangkan usulan tersebut.

Lebih lanjut, Pramono mengaku aksi tawuran di kawasan Manggarai memang telah berlangsung sejak lama dan berulang kali terjadi. 

Menurut dia, faktor lain yang menjadi penyebab tawuran di Manggarai karena tidak tersalurnya energi tiap warga secara baik. Selain itu, mereka memiliki banyak waktu luang karena tak punya pekerjaan tetap.

Karena itu, Pramono memastikan Pemprov DKI akan memudahkan warga Manggarai untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan begitu diharapkan potensi tawuran dapat dihindari.

"Jadi paling utama sebenarnya energinya itu harus tersalurkan secara benar. Untuk itu, maka ruang untuk yang melakukan tawuran ya energinya disalurkan. Bekerja," tutur Pramono.

Terpisah, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim mengungkap Pemprov DKI telah menyiapkan langkah khusus untuk menekan potensi tawuran dan konflik sosial. 

Sejak November 2025, Pramono telah membentuk dan meresmikan Satgas Jaga Jakarta yang fokus menangani kerawanan sosial.

"Satgas ini melibatkan kolaborasi lintas elemen, termasuk Forkopimda (TNI-Polri), tokoh masyarakat, dan warga, dengan pendekatan humanis seperti informasi dini, koordinasi cepat, dan tindakan terukur," urainya. 

Untuk wilayah yang selama ini dikenal rawan konflik, seperti Manggarai, Satgas Jaga Jakarta akan difokuskan sebagai garda depan pencegahan. Pemprov juga menyiapkan kanal aduan warga melalui program #JagaJakarta.

Pemprov DKI menargetkan kawasan rawan tawuran dapat ditekan hingga nol kasus pada 2026. Meski diakui tidak ada solusi instan, Chico menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.

"Kami targetkan kawasan Manggarai dan wilayah rawan lain bisa zero tawuran di tahun 2026 ini. Tidak ada solusi instan, tapi dengan kolaborasi semua pihak, insyaallah bisa kita capai bersama," jelas Chico.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik