Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemprov Jabar Tekan Risiko Banjir di DAS Cikarang

 Gana Buana
17/12/2025 17:59
Pemprov Jabar Tekan Risiko Banjir di DAS Cikarang
Ilustrasi upaya penanggulangan banjir di DAS Cikarang.(Dok. MI)

UPAYA mitigasi bencana banjir dan longgor kembali ditegaskan melalui kegiatan Penanaman Pohon Bersama yang digelar Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Perumahan Harmoni Primavera, Desa Kelapa Nunggal, Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Senin (15/12).

Menurut Jasiman Purba, penanaman pohon ini merupakan bagian dari implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Pemprov Jawa Barat dan TNI AL tentang sinergi pembangunan wilayah, sekaligus terintegrasi dengan tugas Satuan Tugas Teritorial Patroli Sungai Korps Marinir yang berfokus pada perlindungan daerah aliran sungai (DAS).

Sebanyak 7.000 bibit pohon kelapa dan sukun ditanam secara terkoordinasi di sejumlah titik strategis, termasuk sektor Sungai Cikarang, Kelapa Nunggal, Babelan, serta wilayah lain di Jawa Barat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan daya serap air, dan menekan risiko banjir di kawasan padat penduduk.

Dalam sambutan Panglima Korps Marinir yang dibacakan Aster Pangkormar, ditegaskan bahwa penanaman pohon di kawasan DAS merupakan langkah strategis pencegahan bencana sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Normalisasi Sungai Jadi Kunci

Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya normalisasi sungai sebagai bagian tak terpisahkan dari mitigasi banjir. Project Manager Primavera dan Harmoni Primavera, Yosua Rachmat, menjelaskan bahwa lokasi penanaman dipilih karena kawasan tersebut telah melalui proses normalisasi Sungai Cikarang.
 
“Setelah kami melakukan normalisasi Sungai Cikarang, Pemprov Jawa Barat dan TNI AL melanjutkan dengan penanaman pohon. Ini jadi satu rangkaian mitigasi yang saling melengkapi,” ujar Yosua.

Ia mengungkapkan, Vista Land Group telah melakukan normalisasi sungai dengan memperlebar dan memperdalam alur sungai sepanjang kurang lebih 4 kilometer. Pekerjaan tersebut bahkan mencakup area di luar wilayah perumahannya.

Normalisasi dilakukan selama empat bulan, dari April hingga Juli 2024, setelah melalui koordinasi intensif dengan Pemprov Jawa Barat dan mendapat respons positif dari pemerintah.

“Inisiasi normalisasi ini kami lakukan karena pada tahun lalu perumahan kami sempat terdampak banjir pada April dan November, meski tidak terlalu parah. Manajemen kemudian memutuskan melakukan normalisasi secara mandiri demi menjamin kenyamanan dan keamanan warga,” jelasnya.

Keputusan tersebut, lanjut Yosua, membutuhkan investasi yang sangat besar. Namun hasilnya dinilai nyata. Saat banjir besar melanda wilayah Cileungsi dan Jonggol pada akhir Oktober lalu, kawasan Perumahan Primavera dan Harmoni Primavera tetap aman dari banjir (tidak terdampak).

Vista Land Group menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dari tingkat desa hingga provinsi, terutama dalam hal perizinan yang dinilai sangat membantu percepatan pekerjaan normalisasi. Sinergi ini menunjukkan bahwa mitigasi banjir membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat, pengembang, dan masyarakat.

Perumahan Primavera dan Harmoni Primavera sendiri berada dalam satu hamparan seluas sekitar 60 hektare. Sekitar 80% pengembangannya merupakan rumah subsidi dan 20 persen rumah komersial, dengan progres pembangunan mencapai 80%.

Melalui kombinasi normalisasi sungai dan penanaman pohon, kawasan ini diharapkan menjadi contoh praktik baik mitigasi bencana banjir berbasis lingkungan. Upaya tersebut tidak hanya melindungi kawasan hunian, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan wilayah dan keberlanjutan lingkungan di Jawa Barat. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik